khantry design

Selamat Datang di Website Mahanagari

PDFPrint

Halo! Selamat datang bin wilujeng sumping,

Selamat datang di Website resmi Mahanagari, sekaligus toko kedua kami setelah Mahanagari di CiWalk (Cihampelas Walk). Mahanagari mendesain kaos-kaos bertema Bandung. Kami mengangkat tema sejarah, budaya, hingga kehidupan sosial Bandung ke dalam media kaos. Beli kaos Mahanagari dapat dilakukan via online. Masuki Shop Online, yang terdapat di panel atas dan kiri, pilih link untuk tshirt laki-laki dan tshirt perempuan, lalu pilih kaos yang Anda sukai. Ikuti prosedur pembeliannya dan jangan lupa: daftar dahulu sebagai member website ini ya!

Karena website ini juga bertujuan untuk kampanye pengetahuan mengenai Budaya Bandung, maka Mahanagari akan terus meng-update informasi mengenai Kota Bandung tercinta - mulai dari tempat-tempat yang seru untuk dijelajahi, makanan yang harus dicoba, sejarah yang harus diketahui, dan cerita-cerita menarik lain. Termasuk beberapa komunitas di Bandung yang aktif berkegiatan. Masuki Catatan Perjalanan, Cerita Bandung, Travel Guide, dan Komunitas-komunitas di Bandung di All About Bandung. Panel ini ada disebelah kiri Anda. Mahanagari dan kegiatan Jalan-jalan Budaya dapat dilihat di Bandung City Tour, klik di bagian atas ujung kanan web ini.

Album Foto Mahanagari yang berisi Local Genius Mahanagari, Weega Mahanagari, Contributing Designer dan Contributing Writer dapat diakses melalui tombol di panel kiri.  Album Bandung Tempo Dulu pun dapat anda nikmati jika anda register terlebih dahulu di mahanagari.com.

Untuk teman-teman yang tertarik untuk memesan kaos khusus atau ingin desain merchandise perusahaan atau komunitasnya di-upgrade agar se-keren desain-desain Mahanagari, silahkan klik tombol Special Order di bagian atas website ini.

Dan jangan lupa berikan komentar Anda di web ini ;)

Hatur nuhun & enjoy the site!

-www.mahanagari.com-

 

Taraweh Keliling : Masjid Cipaganti & Masjid Al Ukhuwah Bandung

31-08-2010 | Nurul Wachdiyyah Ramadhan di Priangan. Begitu judul buku yang ditulis oleh kuncen kota Bandung, Haryoto Kunto. Buku ini menceritakan tentang kebiasaan masyarakat pada waktu Ramadhan di Bandung tempo dulu. Ada tentang botram, munggahan, ngabuburit, masjid Agung, sampai lebaran. Menarik. Suatu hari nanti akan ada yang menulis catatan kegiatan di bulan Ramadhan 2010. Entah siapa. Pokoknya seseorang. Catatan ini akan jadi sejarah 80 tahun mendatang. Catatannya tentang Taraweh Keliling Mahanagari. Taraweh Keliling (Tarling) dilakukan tujuh kali di tujuh masjid berbeda di kota Bandung. Akan ada perbedaan dari tiap masjid yang disambangi. Hal yang beda-beda ini bukan untuk dibandingkan lalu dijelek-jelekkan. Mana masjid yang bagus dan mana masjid yang jelek. Bukan itu. Tarling dilakukan untuk merasakan atmosfer ramadhan (spesifiknya taraweh) di tempat-tempat yang berbeda. Orang yang beda. Suasana yang beda. Malam ramadhan yang beda. Selain silaturahmi, tarling juga bisa jadi obat mujarab buat yang males taraweh (saya!), jalan-jalan, dan lain-lain. Here goes : 1. Taraweh Keliling : Masjid Cipaganti Kalau dirunut sesuai jalan sejarahnya, masjid Agung seharusnya jadi lokasi tarling yang pertama. Tapi untuk Tarling 2010 dimulai dari sebuah masjid yang terletak di jalan Cipaganti. Niatnya tarling dilakukan urut dari utara ke selatan. Pemilihan masjid Cipaganti sengaja dilakukan karena masjid Cipaganti adalah masjid raya di bagian paling utara kota Bandung. 13 orang tercatat mengikuti tarling masjid Cipaganti hari sabtu malam minggu (14/08). Yang belum buka puasa, ada makanan untuk buka puasa yang dibagikan gratis tiap hari sabtu disini. Catat ya : Sabtu Makanan Gratis! (Bonusnya pulang taraweh : Coke gratis!). Masjid pertama di kawasan Bandung utara ini penuh sama jemaat. Rakaat sholatnya ada dua, 11 dan 23. Pihak masjid memberi waktu pada jemaat yang ingin taraweh 11 rakaat saja. Oiya, ada waktu sekitar 10 menit untuk yang mau melakukan sholat witir begitu rakaat ke 8 beres. Disaa...
+Baca terus ...

Jalan-jalan Menikmati Bandung di Cimenyan

30-09-2010 | Halda Aditya Belgaman Kota Bandung sudah lama terkenal sebagai kota tujuan wisata. Baik itu wisata belanja, wisata alam maupun wisata kuliner. Mau wisata belanja? banyak distro atau FO di pusat kota. Wisata alam? pergilah ke Bandung utara (Lembang, Maribaya) atau ke Bandung selatan (Ciwidey, Pangalengan). Wisata kuliner? tinggal langkahkan kaki dan tengok kiri kanan, pastinya banyak tempat makan yang menyediakan makanan enak dan terjangkau kalau tidak bisa dibilang murah. Sudah banyak review tentang tempat-tempat wisata di Kota Bandung. Tinggal ketik mau apa dan dimana, pasti banyak yang ngasih review ;) . Nah tulisan ini salah satunya, kenalkan satu potensi baru dunia wisata Bandung yang bernama Cimenyan. Caringin Tilu Cimenyan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung sebelah Timur. Disini pintu masuk teman-teman dari Pantura, Cirebon dan Jawa (kalau tidak masuk jalur tol). Wilayah Cimenyan berupa perbukitan mulai dari daerah Bojongkoneng hingga perbatasan Cilengkrang. Jadi ada apa di Cimenyan? Karena kontur Cimenyan yang berbukit-bukit, maka potensi wisata yang ditawarkan disini adalah wisata alam. Dari ketinggian bukit Cimenyan, kita bisa melihat landscape kota Bandung yang tersebar indah bagai permadani di bawah kaki langit. Ada beberapa tempat yang bisa dituju dan beberapa cara menuju kesini. Gambar di sebelah kiri satu tempat pertama yang bisa dikunjungi, namanya caringin tilu (caringin tiga).  Kenapa disebut caringin tiga? Lihat pohon yang di sebelah kanan tepat dibelakang saung. Itu adalah beringin yang dalam bahasa sunda namanya Caringin. Nah pohon beringin ini bercabang tiga atau ada tiga di satu tempat, makanya disebut caringin tiga/tilu. Oiya, saung itu di hari sabtu pagi atau minggu ada yang jualan nasi timbel dan aneka jajanan lainnya. Sebelum kita melangkah lebih lanjut, ada baiknya kita ulas bagaimana caranya ke daerah Cimenyan ini. Ada beberapa jalan yang bisa ditempuh, ada 2 jalan utama. Yang pertama dari Bojongkoneng (Cikutra). Setelah menjalani sendiri,...
+Baca terus ...

Bersantai Sejenak di Masjid Raya Cipaganti

25-06-2010 | Adhadi Praja Salah satu jalan terbaik dan jalan termacet di kota Bandung adalah Jalan Cipaganti. Pepohonan Mahoni dan Angsana yang rimbun di kanan kiri jalan menaungi aspal jalan yang relatif mulus. Sejuk adem rasanya ketika berjalan kaki menapaki jalan Cipaganti (ketika tidak macet). Menyusuri jalan Cipaganti kita tidak saja hanya akan menemukan penjual cireng yang enak, iga bakar yang lezat, atau bolu bakar yang yummy. Di jalan ini terdapat sebuah bangunan yang sarat akan sejarah. Bangunan tersebut adalah masjid yang nyaman dan asri. Suasana di dalam masjidnya sama seperti jalan Cipaganti dikala sedang tidak macet, sejuk dan adem. Masjid Raya cipaganti, begitulah namanya. Tidak sulit menemukan masjid ini karena letaknya tepat dipinggir jalan yang jadi jalur utama menuju Lembang. Selain kenyataan bahwa masjid ini umurnya lebih dari 80 tahun lebih, perancang masjid ini adalah seorang Nasrani. Arsitek asal Belanda. Masjid Raya Cipaganti atau dahulu dikenal dengan nama Masjid Kaum Cipaganti merupakan masjid pertama yang berdiri di kawasan pemukiman Eropa di Bandung utara. Dahulu, pemerintah kolonial membagi Bandung menjadi dua zona : sisi utara diperuntukan bagi orang barat dan sedikit bangsawan pribumi, sedangkan bagian selatan Bandung adalah kawasan bagi kaum pribumi dengan pusat pemerintahan di Alun-alun bandung. Kawasan utara atau dikenal juga sebagai Een Westerns Enclave (kawasan pemukiman orang barat)  mempunyai tata ruang kota yang sangat teratur dan diadaptasi dari pemukiman yang ada di Eropa. Karena mayoritas penduduk di kawasan utara ini adalah orang-orang yang berasal dari Eropa maka kepercayaan yang dianut di kawasan ini mayoritas adalah nasrani. Sebaliknya Islam jadi kepercayaan minoritas hingga sarana peribadatan umat islam di wilayah ini tidak ada. 7 Februari 1933, bupati Bandung R.A.A Hasan Soemadipraja mendirikan sebuah tempat peribadatan bagi umat Islam di kawasan Cipaganti. Pembangunan masjid ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama dari para ...
+Baca terus ...

Cerita Dari Pasar Tua di Bandung (Bagian pertama)

02-06-2009 | Ridwan Hutagalung KAWASAN PASAR BARU BANDUNG Siapa tak kenal Pasar Baru Bandung? Gedung pasar dengan bangunan modern ini terletak di Jalan Oto Iskandar Dinata (dulu Pasar Baroeweg). Bangunan yang sekarang berdiri ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai serta diresmikan oleh Walikota Bandung pada tahun 2003. Sebelum berdirinya bangunan modern bertingkat dengan kompleks pertokoan ini, Pasar Baru masih dikenal sebagai pusat perbelanjaan dengan konsep pasar tradisional. Sayang konsep ini sekarang sudah hilang dari Pasar Baru dan hanya tersisa di kawasan sekitarnya saja karena berganti dengan model Trade Centre yang belakangan populer. Pembangunan gedung modern berlantai 11 ini (termasuk basement dan lahan parkir) menelan dana lebih dari 150 milyar. Pada masa perencanaan dan pembangunan awalnya cukup sering terjadi demonstrasi yang menentangnya. Pasar Baru merupakan pasar tertua di Kota Bandung yang masih berdiri. Sebelumnya, pasar ini sebetulnya merupakan lokasi pengganti pasar lama di daerah Ciguriang (sekitar pertokoan Kings, Jalan Kepatihan sekarang) yang terbakar akibat kerusuhan Munada pada tahun 1842. Di sekitar kawasan Kepatihan memang masih dapat ditemukan ruas jalan kecil bernama Ciguriang. Munada adalah seorang Cina-Islam dari Kudus yang tinggal di Cianjur. Setelah pindah ke Bandung Munada mendapatkan kepercayaan dari Asisten Residen saat itu, Nagel, untuk pengadaan alat transportasi kereta angkutan. Namun ternyata Munada berperangai buruk dan menyelewengkan uang kepercayaan dari Nagel untuk berfoya-foya, mabuk, dan main perempuan hingga akhirnya dia dipenjarakan dan disiksa oleh Nagel. Akibatnya Munada mendendam dan dengan bantuan beberapa orang lainnya membakar Pasar Ciguriang. Saat kerusuhan terjadi Munada menyerang Asisten Residen Nagel dengan golok hingga terluka parah dan meninggal keesokan harinya. Untuk menampung para pedagang yang tercerai-berai serta aktivitas pasar yang tidak teratur, maka pada tahun 1884 lokasi penampungan baru mulai dibuka di sisi ...
+Baca terus ...

Terumbu Karang di Bandung, Gimana Bisa?

22-10-2008 | Nurul Wachdiyyah Bandung terletak di kawasan pegunungan, bukan terletak di dasar laut -semua orang juga tahu itu. Tapi, percaya atau tidak, kita bisa melihat yang namanya terumbu karang di Bandung. Uniknya lagi, kita tidak perlu menyelam untuk melihat terumbu karang itu. Semua ini berawal 25 juta tahun yang lalu. Saat Bandung, dan hampir semua daratan di dunia ini, masih berupa lautan. Kita semua tahu bahwa Terumbu karang adalah kumpulan hewan laut yang biasa kita kenal sebagai koral. Hewan yang seluruh bagian tubuhnya disusun oleh senayawa kalsium karbonat ini hidup di bukit-bukit dasar laut yang airnya tenang, jernih, dan terdapat banyak sinar matahari. Koral hanya bisa hidup sebagai terumbu karang di laut yang kedalaman maksimalnya 50 meter. Bila air laut meninggi (atau dasar lautnya turun) maka koral akan tumbuh ke atas, berusaha tetap mendapatkan cahaya matahari, dan tumbuh makin tinggi (seperti pohon). Makanya koral di Great Barrier Reef, bisa setinggi bukit. Sebaliknya, jika terpisah dari air laut maka koral akan mati, mengkristal, mengeras dan suatu saat akan menjadi batu gamping. Bayangkan kalau koral yang mengering ini sudah sangat luas dan tinggi, maka dalam waktu jutaan tahun kita akan mendapatkan perbukit kapur atau karst. Seperti kars Padalarang yang berkilo-kilo meter luasnya dengan tinggi seratus meter. Bila tidak ingin nyebur ke lautan untuk melihat koral, ayo ikutan caranya Mahanagari. Fosil terumbu karang ini bisa dilihat di Pasir (Bukit) Pawon yang terletak sekitar 25 km di sebelah barat kota Bandung. Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama kurang lebih 30 - 60 menit. Saat ini Bukit Pawon adalah satu dari sedikit bukit kapur di kawasan kars Citatah yang belum dijadikan lokasi penambangan kapur. Hampir keseluruhan bukit lain di kawasan kars ini telah hancur oleh industri kapur yang mulai beroperasi di tahun 1980-an. Istilah kars sendiri mengacu pada kawasan bukit batuan gamping atau batu kapur putih, yang unsur utamanya adalah senyawa kalsium karbonat (C...
+Baca terus ...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English Filipino French German Hindi Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Swahili Thai Vietnamese
- - Contact Us - - About Us - - Jobs - - Help and FAQ - -
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval