Home > Registration
Menyusuri Taman-Taman dan Perumahan Tempo Doeloe di Kota Bandung
11-06-2009 | Asri Mustikaati
BANDUNG THE GARDEN CITY. Lagi-lagi julukan yang diberikan buat kota Bandung. Bandung punya taman? Ya! Bandung punya banyak sekali taman yang tersebar baik di jantung maupun penjuru kotanya. Taman apa aja sih yang dipunyai kota Bandung? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, saya dan teman-teman Klab Aleut pada hari minggu (07/06/09) berwisata taman yang diberi judul ‘Menyusuri Taman-Taman dan Perumahan Tempo Doeloe di Kota Bandung’. Menurut jadwal, jam 07.07 pagi kami sudah harus berkumpul di sekretariat Klab Aleut , jalan Sumur Bandung no.4. Jam 08.00 pagi kami mulai perjalanan diawali dengan sedikit cerita dari Bang Ridwan tentang Bandung yang diberi julukan ‘Bandung Kota Bunga di Hindia Belanda’. Wuiiiih …. Titik henti pertama kami yaitu taman kecil tanpa nama dan berbentuk segitiga. Tamannya justru agak panas karena sedikit pepohonan dan terletak di dekat kampus ITB sebelah utara. Di taman ini Bang Ridwan bercerita Jubileumpark. Dalam bahasa Belanda, Jubileum berarti lima puluh tahun. Taman ini memang dibangun dalam rangka memperingati 50 tahun ratu Wilhelmina, pada tahun 1923. Wilayah Jubileumpark ini dimulai dari kolam renang Sabuga sampai dengan jalan taman hewan. Tahun 1950-an Jubileumpark menjadi kebun binatang. Perjalanan dilanjutkan dengan memasuki area kampus ITB. Dulu namanya Technische Hoogeschool (THS). Cuaca yang cerah ditambah lingkungan yang asri bikin jalan-jalan pagi kali ini terasa nyamaaan sekali. Tampak beberapa orang sedang berolahraga pagi : jogging, badminton, bersepeda. Juga beberapa kelompok yang sedang berdiskusi. Hmmm udara bersih, lingkungan sehat. Jadi betah … Berjalan-jalan di kampus ITB yang sedang sepi, tidak kami sia-siakan kesempatan ini. Mengamati arsitektur bangunan ITB yang unik, melihat plakat-plakat yang tersebar di tiap fakultas, melihat laboratorium Bosscha. Sayang kami tidak bisa masuk ruangan ini karena dikunci. Katanya sih ruang kelasnya masih bergaya khas eropa .. (penasaran banget!). Yang pasti dan patu...
+Baca terus ...
+Baca terus ...
Menikmati Braga di French Bakery
03-09-2010 | Nurul Wachdiyyah
Braga. Sebuah kawasan beraroma sejarah di Bandung. Aroma macet juga ada, aroma jalan rusak apalagi. Di Braga selain ada banyak bangunan tua yang bisa dilihat, kita bisa juga belanja makanan disini. Ada beberapa resto tua yang berdiri saat pemerintah Belanda masih berkuasa di Bandung. Tapi bukan itu yang akan dibahas kali ini. Yang jadi topik sekarang adalah : French Bakery Braga! Kita singkat jadi FBB aja ya. Perlu diketahui bahwa nongkrong disini paling enak sore-sore. Kalau nongkrongnya siang, walaupun enak juga, nantinya bakal diserbu sama yang namanya Ngantuk. Kenapa nongkrong disini enak? karena ruangannya yang cukup kecil sehingga nongkrongnya jelas tidak bisa banyak-banyak. Cocok untuk pacaran, sesi curhat, atau sesi melamun. Nongkrong paling asyik adalah ngobrol. Tapi kondisi ini bisa terjadi kalau ada keluarga, teman, dan pacar. Kalau sendirian, sebaiknya bawa bekal seperti buku, majalah, koran, catatan, atau laptop yang full battery. Berdasarkan pengalaman, nongkrong di FBB lama-lama tidak akan diusir. Nah ini dia, teman nongkrong dari FBB paling seru. Silakan dibaca baik-baik. Siapa tahu suatu hari nanti, sengaja atau tidak sengaja, datang ke FBB.
Sandwich khas FBB. Isinya bisa pilih, ada selai, salad, atau geng keju-telor-ham. Menurut teteh penjualnya, sandwich dijamin halal. Kalau saya boleh rekomen, silakan makan sandwich pilihan terakhir itu, si Sandwich isi telur, keju, dan ham (ayam). Harga perpotong sandwichnya Rp 5.500. Oiya, pesan satu potong mah kurang. Minimal pesan 2 potong.
Roti Granat. Ini yang super khas dari French Bakery. Bentuknya seperti granat seukuran bola baseball. Mungkin karena bentuknya kayak granat jadi disebut roti granat. Kalau dimakan, rasa yang nongol di mulut adalah rasa kelapa-kismis-colat. Rasa yang nongol di mata adalah kismis dan coklat, karena memang ini roti dalamnya kismis dan luarnya berlumur coklat. Kelapanya kecampur dengan adonan roti. Hmm...enak. Harganya Rp 11.000
Cheese Stick manis. Ini dia chees...
+Baca terus ...
+Baca terus ...
Yang Spesial Dari Jalan Cipaganti di Bandung
26-05-2010 | Adhadi Praja
Cireng atau aci digoreng, makanan ini mungkin sudah tidak asing lagi untuk sebagian orang khususnya orang Bandung. Makanan yang terbuat dari aci (tepung kanji) ini memang sangat digemari oleh banyak orang tak hanya orang dewasa, anak-anak pun menyukai makanan khas kota kembang ini. Di kota Bandung khususnya, penjual cireng tidaklah sulit ditemui. Hampir disetiap jalan terdapat penjual cireng yang siap menawarkan kelezatan cireng isi. Berjalan menyusuri jalan Cipaganti di Bandung, kita akan menemukan sebuah gerobak penjual cireng isi yang cukup legendaris. Cireng Cipaganti, begitulah kira-kira nama yang disematkan pada gerobak cireng ini. Berada di sebelah kantor pos jalan cipaganti atau tepatnya di Jalan Cemara (persis di depan pom bensin cipaganti), cireng ini termasuk salah satu cireng paling enak dan laku keras. Pokoknya very highly recommended. Cireng ini sudah cukup dikenal dikalangan masyarakat kota Bandung karena cireng ini adalah pelopor bagi perkembangan cireng isi di kota Bandung. Oiya Jalan Cipaganti biasanya dilalui orang-orang yang hendak ke tempat-tempat wisata di Bandung Utara, seperti FO. Rumah Mode, Gn. Tangkubanparahu, Setiabudi Supermarket, termasuk jalan menuju ke mall Paris Van Java. Suasana Jalan Cipaganti dikala sepi dapat dilihat seperti foto disamping. Tapi kalau akhir minggu biasanya jalan ini macet sekali.
Cireng Cipaganti terkenal dengan cireng isi sambel kacangnya. Sekilas tak nampak perbedaan dengan cireng lain namun yang membedakan cireng ini dengan cireng pada umumnya adalah cireng ini cukup renyah ketika dimakan (seperti kerupuk). Paduan renyahnya cireng dan sambel kacang yang diisikan kedalamnya membuat cireng ini tidak cukup dinikmati satu cireng saja. Tekstur cirengnya agak keras namun renyah sehingga sensasi kriuk-kriuk-nya seperti sedang menikmati kerupuk aci. Bila dibandingkan dengan cireng lain tentu saja cireng cipaganti memiliki tingkat kerenyahan paling tinggi. Cireng lain biasanya punya tekstur lebih alot. Selai...
+Baca terus ...
+Baca terus ...
Kopi Purnama Yang Super Mantap
26-11-2008 | Nurul Wachdiyyah
Sore yang cerah & adem bersama teh Uci, tukang kue sekaligus blogger aktif yang ngetop di dunia perkulineran Bandung, mencicipi makanan & kopi khas Warkop Purnama. Sebelumnya udah sering denger & numpang lewat tempat ini aja, nah sekarang..disempetin mampir deh. Temen-temen dari komunitas jalan-jalan Aleut! pernah bilang kalau kopi ala Warkop ini enak SEKALI & harganya lumayan 'nendang' untuk ukuran mahasiswa. Percangkir Rp 7000 aja. Untungnya, rasa kopinya bikin harga layak. Pahitnya gak bikin kesel. Apalagi kalau minumnya sambil ditemani roti ala warkop Purnama. Sore itu roti bakar yang beruntung saya pilih adalah roti bakar srikaya mentega. Wiw...cantiklah. Yang cantik-cantik emang harus dimakan, sama yang cantik pula :D Untuk setangkup roti itu saya keluarin uang Rp 9000. Tersedia banyak pilihan menu. Saya belum sempet nyobain semuanya. Hati-hati juga buat yang muslim, beberapa menunya ada yang non-halal. Jadi saya juga hanya nyobain roti-roti berselai standar. Hari itu agak disayangkan juga euy gak ketemu sama ownernya, pa Hendi, padahal pengen kenalan & ngobrol-ngobrol. Pengen tahu kenapa tempat makannya dinamai Purnama. Warkop yang sudah ngetop sejak 1932 ini bukanya jam 7 pagi & tutup jam 5 sore. Buka tiap hari sedangkan khusus untuk hari minggu buka sampai jam 2 siang aja. Datanglah di pagi hari karena suasananya bakal lebih dramatis. Banyak opa-opa tempo dulu yang hang out di Purnama. Nampak udah kayak basecamp buat mereka. Ajak ngobrol aja sekalian opa-opa itu. Siapa tahu dapet cerita Bandung di masa lalu ;) plus kalo pagi suka ada jajanan lain yang khas karena cuma dijual pagi aja. Misalnya putu pisang, lupis, lepet sambel oncom, kue pisang, dan kembang tahu. Ibarat kerbau dengan burung jalak, Purnama juga 'ditunggangi' gerobak yang jualan Mie Kocok. Mie kocok laris manis ini disukai banyak orang karena rasanya yang jempolan. Gerobak ini pas ada didepan warkop Purnama. Ntar dimakannya di warkop Purnama, bayarnya juga di tempat yang sama. Kompaklah. B...
+Baca terus ...
+Baca terus ...
Jelajah Pangalengan - Seek For The Gold Mine With Mahanagari
11-06-2009 | Muhammad Ryzki Wiryawan
Hari minggu 26 April 2009, di Itzerman Park (Taman Ganesa), terlihat sekerumunan orang. Beberapa di antaranya telah saya kenal, karena kami kerap bertualang bersama. Sekitar 40 orang ikut tergabung dalam kegiatan jalan-jalan Mahanagari kali ini. Tapi hanya satu orang yang akan menjadi tokoh terpenting hari ini : Pak Bachtiar selaku narasumber ! Beliau adalah peneliti, dosen, dan penulis cekungan Bandung. Tergabung dalam Kelompok Riset Cekungan Bandung, pak Bachtiar kerap kali bertualang sekitaran sisi kota untuk melakukan penelitian untuk tulisan-tulisannya. Setelah briefing singkat, peserta dibagi ke dua regu untuk menempati dua truk yang tersedia. Saya memilih truk pertama karena di sini ada beberapa teman yang saya kenal baik, dan tentunya karena ada Pak Bachtiar di sini. Saya tidak mau ketinggalan banyak informasi penting dari beliau. Untunglah Truk TNI yang kami naiki cukup nyaman. Dengan biaya yang kami keluarkan, tentunya fasilitas yang kami dapatkan sangat sebanding. Untungnya, Saya yang sudah sangat terlatih karena hampir setiap hari menaiki Bus Damri, tentu terbiasa dengan kondisi transportasi masal. Truk mulai melaju. Menyambar setiap tikungan dan jalan sempit. Burung-burung beterbangan dan pedagang kaki lima bertebaran. Semua kendaraan di depan kami langsung menyingkir saat melihat truk kami menerjang. Sopir truk kami memang yang sangat terlatih di antara rekan se-profesinya. Selama perjalanan, suasana di dalam truk tidak pernah garing karena pak Bachtiar senantiasa melemparkan joke-joke ringan disertai materi-materi seputar perjalanan. Beliau bercerita tentang danau Bandung, tambang emas, pesisir pantai danau Bandung, terjadinya gunung dan lain-lain. Suasana ini menjaga saya dari perasaan ngantuk, selain ancaman dari orang2 di depan saya yang akan memfoto saya apabila saya kedapatan tertidur. Situ Cileunca – The Cukul Estate Situ ini berada 45 km sebelah selatan Kota Bandung, tak jauh dari Kota Kecamatan Pangalengan. Genangan air seluas 180 hektar...
+Baca terus ...
+Baca terus ...
