Bandung sebenarnya jauh lebih menarik kalau kita tahu cara menikmatinya. Tidak hanya pergi ke Factory Outlet dan makan makanan khas yang bertebaran di penjuru Bandung. Lalu bagaimana cara yang asyik untuk menikmati Bandung ?

Lava Tour

PDFPrintE-mail

Perjalanan menyusuri jejak lava hasil letusan dari gunung Jayagiri (tahu Gunung Tangkubanparahu? Nah Gunung Jayagiri adalah neneknya Gunung Tangkubanparahu). Acara berjalan kaki ini dilakukan selama 2-3 jam.

Biaya: Rp 175.000/Orang (minimal 15 orang)

Fasilitas:

* Panduan Jalan-jalan Lava Tour
* Souvenir Mahanagari berupa kaos dan pin Mahanagari
* Transportasi (tergantung jumlah peserta)
* Pemandu
* Makan
* Cemilan
* Tim Sweeper selama di lokasi

Cara pendaftaran:
1. Hubungi Ulu di no 0813-9488-9090 atau email ke mahanagari@gmail dengan subjek: Tur Mahanagari
2. Pendaftaran dilakukan minimal dua minggu sebelum keberangkatan
3. Syarat-syarat ketentuan tur Mahanagari dapat diperoleh dengan mengirim email ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Curug Sigay
Lava paling tebal terdapat disekitar curug Sigay dengan ketebalan mencapai 20-25 meter. Keberadaan lava disekitar curug tersebut hampir sebagiannya terhalang rumah-rumah penduduk. Curug = air terjun, Sigay = tangga terbuat dari pohon. Dahulu orang-orang manjat pohon menggunakan tangga pohon. Dalam bahasa Sunda tangga tersebut bernama Sigay dan bebatuan di  Curug Sigay ini bentuknya menyerupai Sigay. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 10 meter.

Sungai Cibeureum
Selama perjalanan kita akan berjalan di sepanjang sungai ini. Sesekali bakal menyebrang sungai juga dengan bantuan panitia. Sungai ini mempunyai aliran yang relatif deras, tergantung cuaca. Ada beberapa jeram akibat penumpukan batu-batu lava.

 

 

 

Pondok Hijau
Pondok Hijau adalah sebuah lapangan dalam kompleks perumahan Pondok Hijau. Ada beberapa pohon pinus dan cemara disini. Pada musim hujan, lapangan ini sering dikunjungi banyak orang karena pemandangannya yang indah.

Warung Lava
Tempat ini adalah pemberhentian terakhir. Ada bebatuan lava yang besar dan berada di sisi sungai.

 

Tur Purbakala Gua dan Bukit Pawon

PDFPrintE-mail

Bandung 25 juta tahun yang lalu adalah lautan yang jejaknya dapat kita lihat (dan sentuh) di tempat bernama Pasir Pawon dan Gua Pawon.
9000 tahun yang lalu manusia purba pernah menghuni Gua Pawon dan mereka dipercaya sebagai manusia pertama yang menempati Bandung.

Biaya: Rp 245.000/Orang (untuk 20 orang)

Fasilitas:

  • Panduan Jalan-jalan Bandung Purba
  • Souvenir Mahanagari berupa kaos dan pin Mahanagari
  • Transportasi (tergantung jumlah peserta)
  • Pemandu
  • Makan
  • Cemilan
  • Tim Sweeper selama di lokasi

Cara pendaftaran:
1. Hubungi Ulu di no 0813-9488-9090 atau email ke mahanagari@gmail dengan subjek: Tur Mahanagari
2. Pendaftaran dilakukan minimal dua minggu sebelum keberangkatan
3. Syarat-syarat ketentuan tur Mahanagari dapat diperoleh dengan mengirim email ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Tentang Pasir Pawon dan Goa Pawon

Pasir Pawon


Ada banyak fosil koral (ingat film 'Finding Nemo'?) yang banyak ditemukan di Pasir Pawon. Inilah artifak yang membuktikan bahwa jutaan tahun yang lalu perbukitan ini memang berada di bawah laut.Di luar nilai estetiknya yang luar biasa, proses terbentuknya batu-batu ini juga adalah sesuatu yang pantas diketahui.

Pasir Pawon terletak di Kabupaten Bandung Barat. Perjalanan ke sana menempuh waktu 30 menit ke arah barat kota Bandung. Di sekeliling Pasir Pawon terdapat banyak perbukitan kapur lain- yang pada jutaan tahun yang lalu berada di bawah lautan. Terangkat ke atas karena gejala tektonik alam. Hampir semua perbukitan lain di sekelilingnya (Gunung Masigit, Bancana, Leuit, dll) telah hancur ditambang oleh pengusaha-pengusaha kapur. Pada bukit-bukit tertentu dapat ditemukan sampai 7 perusahaan penambang kapur yang setiap saat meledakkan, memecah-mecah dan mengangkat bongkahan batu kapur besar ke pabrik pengolahan Kapur. Pasir Pawon adalah satu-satunya bukit yang masih selamat dari tangan industri.


Gua Pawon
Seperti kebanyakan goa alami, goa ini terbentuk karena arus air yang mengikis batu kapur sedikit demi sedikit dalam waktu yang sangat lama. Di dalamnya telah ditemukan fosil manusia pawon (homo sapiens) yang diperkirakan berumur 6000 - 9000 th, mungkin nenek moyang orang Sunda.

Goa ini sangat strategis lokasinya (menurut standar manusia purba), karena menghadap sebuah lembah yang memiliki padang perburuan dan mata air di bawahnya. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari danau Bandung Purba (sumber air) juga lah yang mungkin menyebabkan nenek moyang kita merantau sampai daerah ini.

Kita harus hati-hati ketika jalan di dalam Goa Pawon karena jalan-jalan di dalamnya cukup licin. Tapi jangan khawatir, kami akan menyediakan tali untuk membantu kita semua berjalan-jalan dengan lebih aman di dalam. Begitu sampai ke pintu goa, biasanya kita langsung disambut oleh bau menyengat  .. bau Guano ..  kotoran kelelawar!

Dari temuan-temuan batu obsidian yang digunakan sebagai perkakas dan perhiasan di dalam gua, diperkirakan mereka adalah kelompok pemburu dari timur Bandung yang menyusuri sisi Danau Bandung Purba sekitar 9000 tahun yang lalu.

Ada 5 buah jendela besar di dalam kompleks Goa Pawon, yang semuanya dapat dipergunakan untuk melihat ke lembah di bawahnya. Selain membuat ruangan menjadi lebih segar, mungkin jaman dahulu jendela ini berguna untuk mengamati pergerakan binatang buruan atau juga dipergunakan untuk sistem pertahanan sederhana.




 

Pangalengan Water Tour

PDFPrintE-mail

Jalan-jalan ke Pangalengan, sebuah dataran tinggi di kawasan Bandung Selatan yang cuacanya masih sejuk dan dingin. Disana kita bakal mengunjungi perkebunan teh terluas di Jawa, pembangkit listrik tua yang punya Lori dari jaman Belanda, sampai kemudian berarung jeram di Sungai Palayangan yang jernih dan segar airnya, lalu berakhir dengan menikmati pemandangan Pangalengan di teras luar Pabrik Geothermal (atau yang sering dibilang orang sebagai Pabrik Awan).

Biaya : Rp 430.000/Orang (minimal 15 orang)

Fasilitas:

  • Panduan Jalan-jalan Pangalengan
  • Souvenir Mahanagari berupa kaos dan pin Mahanagari
  • Transportasi (tergantung jumlah peserta)
  • Pemandu
  • Makan
  • Cemilan
  • Tim Sweeper selama di lokasi
  • Tiket ke tempat wisata/kunjungan
  • Arung jeram dan perlengkapannya


Cara pendaftaran:
1. Hubungi Ulu di no 0813-9488-9090 atau email ke mahanagari@gmail dengan subjek: Tur Mahanagari
2. Pendaftaran dilakukan minimal dua minggu sebelum keberangkatan
3. Syarat-syarat ketentuan tur Mahanagari dapat diperoleh dengan mengirim email ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Tentang Pangalengan

Pangalengan merupakan dataran setinggi 1.000-1.400 meter di atas permukaan laut yang terletak di sebelah selatan Bandung dengan suhu yang berkisar 12-28 derajat Celcius. Kota kecil ini khas dengan petak-petak kebun tehnya, terkenal dengan olahan peternakan susu (murninya), belum lagi sayur-mayur yang seger-seger, sampai ke jaringan pembangkit listrik yang bikin Bandung terang benderang. Bisa jadi Pangalengan lebih dulu mempunyai jaringan listrik daripada kota Bandung.

Lori Lamajan
Ada tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air di Pangalengan, yaitu PLTA Plengan, PLTA Lamajan, dan PLTA Cikalong. PLTA Lamajan merupakan PLN yang akan kita kunjungi. Kenapa hanya Lamajan? Selain karena terbatas waktu juga karena ada lori! Yeah, selain bisa memandang lepas ke panorama yang aduhai hijau mempesona, pipa-pipa turbin dan lingkungan sekitarnya yang berwarna kuning terlihat menyegarkan pandangan, terutama jika dilihat dari kawasan stasiun lori di kawasan PLTA tersebut. Lori ini pun menjadi daya tarik sendiri. Menggunakan mesin berlabel Figee Haarlem Holland 1924, keretanya mampu menampung hingga 10 penumpang dan beban mencapai tonan. Untuk menggerakannya, lori ditarik secara naik turun dengan sling baja sepanjang 280 meter. Lori ini tidak berjalan datar, melainkan menukik melewati trek yang curam sampai kemiringan antara 70-80 derajat. Trek ini menghubungkan ke ruang turbin yang berada di ujung pipa itu. Lumayan bikin jantung deg-degan kok.

 

Perkebunan Teh Malabar
Dari Lamajan kita teruskan perjalanan ke Malabar. Keliling perkebunan teh, ayo puas-puasin lihat yang hijau-hijau deh. Kompleks perkebunan ini didirikan oleh orang Belanda bernama Bosscha. Dahulu Bosscha adalah juragan teh yang sangat dihormati oleh masyarakat Pangalengan. Saking kaya rayanya, beliau ikut menyumbang berdirinya kampus ITB dan jadi sponsor peneropongan Bosscha di Lembang. Disini kita akan sekalian ‘ngelayat’ di makam Bosscha dan ngobrol sebentar dengan kuncennya.

Situ Cileunca dan Sungai Palayangan

Lalu kita rafting! Kita basah-basahin nyicipin sungai Palayangan, penyuplai air yang dijadikan tenaga pembangkit listrik. Sungai Palayangan merupakan salah satu pilihan tempat berkegiatan arung jeram yang relatif dekat dari kota Bandung. Sungai ini terletak 45 km di selatan Bandung. Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca, sebuah danau buatan Belanda dengan luas lebih dari 2 lapangan sepakbola yang dikelilingi oleh hutan pinus, perkebunan teh dan kebun sayuran. Air sungai ini sebenarnya diperuntukkan untuk PLTA di Pangalengan.

Walaupun relatif sempit, Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi sehingga arus sungai cukup kencang dengan kelas jeram antara III - IV. Lintasan pengarungan adalah sekitar 4, dengan 14 jeram antara lain jeram selamat datang, rungkun, blender, es, kecapi, comba, anak domba, gadis 1, gadis 2 dan rahong. Kegiatan berarung jeram ini menghabiskan waktu sekitar 1,5 - 2 jam.

Kegiatan arung jeram di sungai ini berbeda dengan berarung jeram di sungai 'liar', tapi yang pasti Sungai Palayangan mampu memberikan tantangan yang menjanjikan. Tantangan yang berlaku tidak saja bagi para pemula, namun juga bagi mereka yang pernah mengikuti kegiatan arung jeram


   

Jadwal Kegiatan

<<  September 10  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
    2  3  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Translate This Page

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English Filipino French German Hindi Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Swahili Thai Vietnamese
Facebook Image
- - Contact Us - - About Us - - Jobs - - Help and FAQ - -
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval