PDFPrint

 

Yang Spesial Dari Jalan Cipaganti di Bandung

26-05-2010 | Adhadi Praja Cireng atau aci digoreng, makanan ini mungkin sudah tidak asing lagi untuk sebagian orang khususnya orang Bandung. Makanan yang terbuat dari aci (tepung kanji) ini memang sangat digemari oleh banyak orang tak hanya orang dewasa, anak-anak pun menyukai makanan khas kota kembang ini. Di kota Bandung khususnya, penjual cireng tidaklah sulit ditemui. Hampir disetiap jalan terdapat penjual cireng yang siap menawarkan kelezatan cireng isi. Berjalan menyusuri jalan Cipaganti di Bandung, kita akan menemukan sebuah gerobak penjual cireng isi yang cukup legendaris. Cireng Cipaganti, begitulah kira-kira nama yang disematkan pada  gerobak cireng ini. Berada di sebelah  kantor pos jalan cipaganti atau tepatnya di Jalan Cemara (persis di depan pom bensin cipaganti), cireng ini termasuk salah satu cireng paling enak dan laku keras. Pokoknya very highly recommended. Cireng ini sudah cukup dikenal dikalangan masyarakat kota Bandung karena cireng ini adalah pelopor bagi perkembangan cireng isi di kota Bandung. Oiya Jalan Cipaganti biasanya dilalui orang-orang yang hendak ke tempat-tempat wisata di Bandung Utara, seperti FO. Rumah Mode, Gn. Tangkubanparahu, Setiabudi Supermarket, termasuk jalan menuju ke mall Paris Van Java. Suasana Jalan Cipaganti dikala sepi dapat dilihat seperti foto disamping. Tapi kalau akhir minggu biasanya jalan ini macet sekali. Cireng Cipaganti terkenal dengan cireng isi sambel kacangnya. Sekilas tak nampak perbedaan dengan cireng lain namun yang membedakan cireng ini dengan cireng pada umumnya adalah cireng ini cukup renyah ketika dimakan (seperti kerupuk). Paduan renyahnya cireng dan sambel kacang yang diisikan kedalamnya membuat cireng ini tidak cukup dinikmati satu cireng saja. Tekstur cirengnya agak keras namun renyah sehingga sensasi kriuk-kriuk-nya seperti sedang menikmati kerupuk aci. Bila dibandingkan dengan cireng lain tentu saja cireng cipaganti memiliki tingkat kerenyahan paling tinggi. Cireng lain biasanya punya tekstur lebih alot. Selai...
+Baca terus ...

Oleh-oleh Bandung: Inggit Garnasih

10-03-2009 | Andrianto Soekarnen Padmadinata Saya memiliki afeksi terhadap Inggit Garnasih, istri pertama Soekarno, tokoh proklamasi kita. Pada mulanya, ini sekedar disebabkan ia tinggal di Jl. Ciateul, Bandung, setelah meninggalkan Presiden Pertama RI itu. Rumah nenek saya ada di jalan sama dan Ibu Inggit adalah tokoh yang dihormati di lingkungan Ciateul, tempat saya sempat menghabiskan sebagian masa kanak-kanak. Dalam biografinya, Soekarno menyinggung kisah Inggit sebagai l’Affair Inggit. Percintaan mereka kontroversial. Inggit 15 tahun lebih tua dari Soekarno. Perempuan berkulit putih ini adalah istri dari Sanusi. Soekarno mondok pada keluarga tanpa anak itu selama kuliah di Bandung. Sebagai istri kesepian (Sanusi kerap melewatkan malam di ruang biliar), Inggit menghabiskan waktu menemani Soekarno belajar. Sejak muda, mahasiswa itu telah menunjukkan tanda-tanda orang besar. Ia cerdas, bercita-cita tinggi, dan terutama berani. Kepandaian Soekarno dalam berkisah menambah daya tariknya. Inggit adalah sosok pendengar atentif yang dibutuhkan Soekarno. Perempuan itu, dengan mata berbinar, sangat meminati kisah dan pemikiran yang dituturkan sang mahasiswa. Inggit tak mau terbelenggu perkawinan tak bahagia. Ia memberanikan diri mengatakan apa yang terjadi pada suaminya, dan minta dicerai. Sanusi mengabulkan karena tahu perkawinan mereka kosong. Selang beberapa waktu, Inggit menikah dengan Soekarno, lelaki yang 15 tahun lebih muda itu. Selama Soekarno menyelesaikan kuliah, Inggit menjadi penopang ekonomi keluarga, dengan berjualan bedak buatan sendiri. Perempuan itu banting tulang untuk memberi waktu bagi suaminya tumbuh kuat. Ketika Soekarno dipenjara, dan kemudian dibuang ke luar Jawa, Inggit setia mendampingi. Dalam pembuangan ke Bengkulu, datang petaka. Soekarno, dengan alasan ingin memiliki anak, meminta izin untuk kawin lagi, dengan perempuan yang jauh lebih muda, Fatmawati. Inggit tak mau dimadu. Ia memilih berpisah dari Soekarno. Ia kembali ke Bandung dan menghabiskan sisa hidupnya di Jl. Ciateul. ...
+Baca terus ...

Hantu Nancy-Cerita dari HBS Bandung

24-11-2008 | Siesca Soehjar Nama Nancy mungkin sudah tidak asing lagi untuk para warga SMA 3 dan SMA 5, terutama bagi mereka angkatan tahun 90-an baik siswa siswinya maupun bagi staf pengajar dan staf sekolah. Dari sekian banyak cewek di dua sekolah tersebut bisa dikatakan Nancy-lah cewek yang selalu dibicarakan dari tahun ke tahun, hingga sekarang ketika Nancy tentu sudah tidak muda lagi tetap tidak sedikit anak SMA yang ingin bertemu dengannya, terutama mereka yang membutuhkan wahana untuk menguji nyali. Menurut beberapa orang, pengalaman bertemu dengan Nancy sangat sulit untuk dilupakan. Efek-efek yang ditimbulkan biasanya dimulai dari muringkaknya bulu kuduk diikuti dengan ketakutan yang sangat dahsyat yang menyebabkan badan gemetar. Sementara efek penutupnya biasanya bervariasi bergantung pada karakter korban, kalau korban ternyata berbakat menjadi pelari cepat mungkin sekali dia akan langsung kabur menjauhi TKP, sedangkan apabila korban agak kurang sensitif (baca: lemot) mungkin dia akan diam di tempat dengan mulut komat kamit mengucapkan segala macam doa yang bisa dia ingat, sedangkan kalau korban termasuk pada tipe yang pasrah dan tawakal mungkin sekali dia akan langsung jatuh pingsan, pasrah dan berserah diri, terserah Nancy aja deh mau ngapain dia selama dia pingsan. Sungguh suatu metode yang cepat, mudah dan murah untuk menentukan minat dan bakat seseorang, walaupun dengan keamanan dan keakuratan hasil yang tidak terjamin. Menurut seorang teman yang bisa ‘melihat’, konon penampilan si Nancy ini untuk ukuran kaum lelembut seperti Tamara Bleszynski-nya. Si pemudi N ini (entah nama sebenarnya atau bukan) adalah seorang none Belanda yang bunuh diri sebelum tahun 50an dengan cara menjatuhkan diri di tangga dekat aula depan sekolah. Pemunculan Nancy biasanya di sekitar tangga tersebut, berjalan (atau melayang?) dari bagian atas tangga dengan darah mengalir dari salah satu sudut bibirnya. Adapun penyebab dia bunuh diri masih merupakan tanda tanya, ada yang bilang dia jatuh cinta pada...
+Baca terus ...

5 Dessert yang 'Highly Recommended' di Bandung

31-05-2010 | Zahra Fatimatuz Saya dan teman-teman saya suka banget makan. Suatu hari, kita lagi pengen banget makan dessert, tapi ga mau di mall. Selain parkirnya mahal, makannya mahal, udah bosen juga, jadi perlu tempat baru. Jadi dimulailah perburuan tempat dessert di Bandung, ternyata hasil buruan kami enak-enak. Sampai sekarang yang udah saya dan teman-teman saya temuin adalah: 1. Rasa Ice Cream and Bakery Kalo ngomongin kue atau dessert kayanya sulit untuk nggak nyebut tempat ini. Waktu saya tanya ke paman saya yang suka makan juga, dia dengan langsung  menyarankan kami kesini. Ini salah satu dari tempat makan antik yang masih ada di Bandung. Pertama bukanya dari setengah abad lebih yang lalu dan lokasinya juga masih ditempat yang sama. Disini kita bisa beli ice cream homemade berbagai rasa. Bisa beli es krim per scoop atau beli menu ice cream fusion kaya Banana. Menu es krim macem-macem,  rasaya pun macem-macem. Yang unik, ada rasa pisang. hehe, tapi jangan salah rasa pisangnya enak loh, nggak eneg. Waktu saya kesana saya ngobainnya Belgian Waffel, dan puas deh makannya, soalnya dapet eskrim (bisa milih) dua scoop, whipped cream, wafel, dan pake saus coklat. Kalo lagi ga pengen makan yang dingin-dingin tapi pengen dessert, disini banyak kue-kue yang bisa dipilih. Saya saranin banget buat cobain kue Marsepan apa Marspan gitu, err…namanya susah sebenernya…tapi pokoknya kue bolu yang dilapis pake gula kacang. Gula kacangnya ada yang warna hijau sama merah tapi rasanya sih sama aja. Dan sensasi rasanya oke deh, jadi kaya makan lembaran gula, tapi kerasa banget kacangnya. Cobain juga Coconut Royale, Es Kopyor Spesial, dan Tutti Frutti sebagai es krim yang paling kuno dan yang dijagokan oleh toko ini. Alamat : Jl. Tamblong No.15, Bandung Working Hours : 09.00 - 19.00 Harga : 10.000 - 25.000 2.The Strudels Factory House & Cafe Tempatnya ada di jalan Progo 13A, pintu depannya kecil dan agak masuk kedalam. Kalo datengnya malem pelan-pelan ya masuknya,soalnya saya pun nemunya nggak ...
+Baca terus ...

Bandung Cycle Chic

03-06-2010 | Nurul Wachdiyyah Cewek-cewek bersepeda? Kenapa enggak. Cewek-cewek bersepeda dan tetap keliatan 'gaya' alias chic? Bisa banget!. Sekarang bersepeda gak perlu pake kostum olahraga. Sama seperti teman-teman kami di Bandung Cycle Chic. Semangat dari komunitas ini adalah perempuan (ataupun cowok) tetap bisa gaya saat bersepeda. Tetap 'chic'! Makanya kalau ikutan bersepeda bersama Cycle Chic dilarang memakai sport wear. Gak Chic juga gak apa-apa, yang penting kasual aja. Meskipun belum ada jadwal reguler bersepeda, Cycle Chic melalui blognya sering ngajak orang-orang untuk bersepeda tiap hari tertentu. Biasanya hari minggu. Kalau tertarik dengan Bandung Cycle Chic dan kegiatannya, sering-sering masuk ke blog ini: http://bandungcyclechic.blogspot.com/ ...
+Baca terus ...

Jadwal Kegiatan

<<  September 10  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
    2  3  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Translate This Page

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English Filipino French German Hindi Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Swahili Thai Vietnamese
Facebook Image
- - Contact Us - - About Us - - Jobs - - Help and FAQ - -
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval