PDFPrint

 

Keliling Museum di Bandung (I) : Museum Geologi

16-10-2009 | Bang Aswi Pernahkah membayangkan bagaimana rasanya jika diri sendiri yang mengalami petualangan tokoh yang diperankan oleh Ben Stiller pada film “Night at Museum”? Atau, menikmati perburuan harta karun sekaligus belajar sejarah bersama tokoh yang diperankan Nicolas Cage pada film “National Treasure”? Ya, andai saja kita bisa menikmati sejarah sebegitu gamblangnya seperti dalam film-film tersebut, tentu semua orang di dunia ini akan lebih menyukai sejarah. Akan tetapi, kita bisa belajar sejarah dari peninggalan yang berhasil dikumpulkan dan dikoleksi. Ini jauh lebih menyenangkan daripada hanya belajar dari teks-teks buku yang mungkin akan mengerutkan kening. Dan salah satu tempat yang bisa menyediakan semua informasi sejarah itu adalah museum. Di Indonesia, museum yang pertama kali dibangun adalah Museum Radya Pustaka. Selain itu, ada pula Museum Gajah yang dikenal sebagai yang terlengkap koleksinya di Indonesia. Sedangkan Bandung, sebagai kota pariwisata yang kini lebih dikenal akan jajanan khas dan FO-nya, juga memiliki beberapa museum yang layak untuk disinggahi. Bukan hanya Museum Geologi yang sudah sangat terkenal, tetapi juga beberapa museum lainnya seperti Museum Pos Indonesia, Museum KAA, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum Sri Baduga, Museum Virajati Seskoad, dan Museum Barli. Museum Geologi Keberadaan Museum Geologi berkaitan erat dengan sejarah penyelidikan geologi dan tambang di wilayah Nusantara yang dimulai sejak pertengahan abad ke-17 oleh para ahli dari Eropa. Setelah di Eropa terjadi revolusi industri pada pertengahan abad ke-18, mereka sangat membutuhkan bahan tambang sebagai bahan dasar industri. Pemerintah Belanda sadar akan pentingnya penguasaan bahan galian di wilayah Nusantara. Dengan jalan itu diharapkan perkembangan industri di Belanda dapat ditunjang. Maka dibentuklah Dienst van het Mijnwezen pada 1850. Kelembagaan ini berganti nama jadi Dienst van den Mijnbouw pada 1922, yang bertugas melakukan penyelidikan geologi dan sumberdaya min...
+Baca terus ...

Kemalaman Di Situ Lembang (Part One)

24-11-2008 | Nurul Wachdiyyah Sudah beberapa kali kita jalan-jalan & beberapa kali juga kita merasa bahwa episode perjalanan kita itu tidak akan terlupakan. Hmm… bagaimana dengan episode kali ini. Diawali dengan sinar matahari yang enerjik, langit biru, dan awan putih saya dan teman-teman bisa leluasa mengabadikan pemandangan Bandung Utara dengan perasaan puas. Belum lagi cuacanya yang segar, bikin tambah semangat aja. Dan pagi itu, wajah-wajah ceria siap menjelajahi kawasan Ciwangun, menjejaki pinggiran hutannya & menyusuri sungai menuju Situ Lembang  dengan satu komitmen: JALAN-JALAN SANTAI AJA. Kumpul jam 6.20 pagi di Mc D Setiabudi, Jus & Ulu adalah yang pertama kumpul. Setelah rada kenyang ngebubur di pinggir jalan Setiabudi depan Mc D (buburnya enak & banyak, Rp 5000 aja), kami pindah ke McD buat ‘numpang’ duduk nungguin yang lain sambil nonton TV. Gak lama Deni & Tika menyusul. Lalu Benben beserta istri dan anaknya, Fanny & Samsam kompak muncul. Sempet belanja makanan untuk bekal di jalan dan ngobrol-ngobrol sebentar, pak Bachtiar (later on I named him Pa Bah aja) akhirnya datang juga. Masih ada tiga orang lagi, Ella-Dody-Domba, ketiganya menunggu di Villanya Ella di Istana Bunga. Biasa deh, minta dijemput gitu hehehe =D Jadi total geng jalan-jalan Mahanagari pada Minggu 11 Mei itu adalah 11 orang, terdiri dari 4 cewek  dan 7 cowok. Paling senior adalah pa Bah dan si junior jelas si Samsam, cuma 3.5 tahun aja. CIC (Ciwangun Indah Camp) tempat start kami merupakan area khusus outbond, terletak sekitar 1-2 KM dari Curug Cimahi. Bisa ditempuh melalui Jl. Sersan Bajuri atau Lembang di jl. Kolonel Masturi. Kami sih cuma numpang parkir mobil & numpang lewat aja, karena trek yang kami lalui mesti melewati bukit diatas Ciwangun. Perjalanan menuju Situ Lembang memakan waktu sekitar 4-5 jam. Santai bangetlah, ditambah pa Bahtiar ikutan, ya gimana gak makin seru kalo hampir di tiap 10-20 meter kami berhenti untuk mendengar penjelasan pa Bah tentang kondisi sungai, air terjun, vegetasi al...
+Baca terus ...

The Bandung Old School: Institut Teknologi Bandung

20-11-2008 | Ben Sudarmadji Pemilihan lokasi kampus ITB atau yang dahulu dikenal dengan nama Technische Hoogeschool (THS) di daerah utara kota Bandung merupakan keputusan yang tepat karena udaranya yang sejuk dan sepi. Sangat ideal untuk lingkungan tempat studi. THS mulai dibangun secara bertahap pada tahun 1918-1935. Bangunan pertama yang dibangun adalah gedung Aula Barat (1920) karya arsitek Henri Maclaine Pont bergaya arsitektur Eropa yang mengacu kepada gaya arsitektur Vernakuler Jawa (perpaduan gaya antara arsitektur tradisional Nusantara dan keterampilan teknik konstruksi Barat) dengan gaya arsitektur atap rumah Batak dan sentuhan gaya arsitektur atap rumah Minangkabau. Berturut-turut kemudian dibangun antara lain : Departemen Teknik Sipil (1920), Gedung Fisika dan Teknik Fisika (1922), gedung Aula Timur (1924) gedung Teknik Lingkungan (1935) yang juga merupakan karya arsitek H.Maclaine Pont dengan gaya arsitektur yang sama. Arsitektur bangunan ini merupakan contoh yang sangat baik dalam penerapan unsur lokal, baik gaya arsitektur maupun bahan material lokal yang dipadukan dengan gaya arsitektur dan konstruksi dari Barat (Eropa). Paduan ini menghasilkan satu bentuk gaya arsitektur vernakuler. H.P. Berlage (arsitek terkenal Belanda) memuji rancangan bangunan THS. Di tengah ragam bentuk bangunan dengan gaya arsitektur kolonial yang menjiplak bentuk arsitektur di Belanda yang sebenarnya kurang tepat jika diterapkan di alam tropis, kehadiran gedung THS diharapkan menjadi inspirasi bagi arsitek lain untuk lebih memperhatikan unsur lokal. Gagasan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Teknik muncul pada awal tahun 1917 dari sebuah yayasan swasta yang bernama Koninklijk Instituut voor Hoger Technisch Onderwijs in Ned.Indie yang diketuai C.J.K van Aalst yang kemudian diganti oleh J.W.IJzerman, pegawai Staats Spoorwagen –SS (Jawatan Kereta Api). Pada tahun 1919 ditetapkan bahwa Perguruan Tinggi Teknik akan didirikan di Bandung dengan nama Technische Hoogeschool (THS). K.A.R.Bosscha sang Raja Teh ...
+Baca terus ...

Menikmati Braga di French Bakery

03-09-2010 | Nurul Wachdiyyah Braga. Sebuah kawasan beraroma sejarah di Bandung. Aroma macet juga ada, aroma jalan rusak apalagi. Di Braga selain ada banyak bangunan tua yang bisa dilihat, kita bisa juga belanja makanan disini. Ada beberapa resto tua yang berdiri saat pemerintah Belanda masih berkuasa di Bandung. Tapi bukan itu yang akan dibahas kali ini. Yang jadi topik sekarang adalah : French Bakery Braga! Kita singkat jadi FBB aja ya. Perlu diketahui bahwa nongkrong disini paling enak sore-sore. Kalau nongkrongnya siang, walaupun enak juga, nantinya bakal diserbu sama yang namanya Ngantuk. Kenapa nongkrong disini enak? karena ruangannya yang cukup kecil sehingga nongkrongnya jelas tidak bisa banyak-banyak. Cocok untuk pacaran, sesi curhat, atau sesi melamun. Nongkrong paling asyik adalah ngobrol. Tapi kondisi ini bisa terjadi kalau ada keluarga, teman, dan pacar. Kalau sendirian, sebaiknya bawa bekal seperti buku, majalah, koran, catatan, atau laptop yang full battery. Berdasarkan pengalaman, nongkrong di FBB lama-lama tidak akan diusir. Nah ini dia, teman nongkrong dari FBB paling seru. Silakan dibaca baik-baik. Siapa tahu suatu hari nanti, sengaja atau tidak sengaja, datang ke FBB. Sandwich khas FBB. Isinya bisa pilih, ada selai, salad, atau geng keju-telor-ham. Menurut teteh penjualnya, sandwich dijamin halal. Kalau saya boleh rekomen, silakan makan sandwich pilihan terakhir itu, si Sandwich isi telur, keju, dan ham (ayam). Harga perpotong sandwichnya Rp 5.500. Oiya, pesan satu potong mah kurang. Minimal pesan 2 potong. Roti Granat. Ini yang super khas dari French Bakery. Bentuknya seperti granat seukuran bola baseball. Mungkin karena bentuknya kayak granat jadi disebut roti granat. Kalau dimakan, rasa yang nongol di mulut adalah rasa kelapa-kismis-colat. Rasa yang nongol di mata adalah kismis dan coklat, karena memang ini roti dalamnya kismis dan luarnya berlumur coklat. Kelapanya kecampur dengan adonan roti. Hmm...enak. Harganya Rp 11.000 Cheese Stick manis. Ini dia chees...
+Baca terus ...

12 Kode Etik Penumpang Angkot Bandung

30-04-2010 | Nurul Wachdiyyah Katanya yang bikin kemacetan di Bandung itu biang keladinya adalah angkot dan sopirnya. Benarkah demikian? Ternyata gak selalu salahnya ada pada sopir angkot. Kadang-kadang sebagai penumpang kita juga sering bikin ulah. Ulah ini berakibat pada mood penumpang yang lain, bahkan sopirnya juga. Yang paling fatal ya ulah yang bisa menimbulkan kemacetan. Makanya kami susun beberapa kode etik penumpang yang kami susun berdasarkan pengalaman sendiri. Kode Etik Penumpang Angkot: Dilarang memakai high heels. Kasihan penumpang lain karena kemungkinan kaki mereka terinjak high heels adalah 99%. Dilarang merokok. Jangan pura-pura gak liat kalau ada orang lain yang naik angkot, geser! Mau jarak dekat atau jarak jauh, ya geser ajaaaaaa Kalau orang di sebelah anda tidak mau geser, bilang permisi. Kalau orangnya pura-pura gak mau tahu, goder saja kepalanya dengan sikut dan pura-pura anda tidak melihatnya Kalau anda mau keluar dari angkot dan orang yang duduk di kursi artis gak mau turun dulu, bilang permisi, kalau dia pura-pura gak mau tahu, injak saja kakinya. Jangan membicarakan masalah pribadi di angkot, ketahuilah penumpang yang lain pasti nguping. Jangan mempertontonkan kemesraan berlebihan di angkot, nanti ada yang ngiler atau bisa jadi nanti ada yang ngegrebek. Usahakan tidak tidur di angkot, bukan apa-apa, jelek banget keliatannya dan tidak terkendali. Kecuali anda Luna Maya. Hmm, ada baiknya jangan menggunakan rok mini, karena mereka yang makai rok mini pasti duduknya miring guna menutup sebagian pahanya. Tapi hal ini bisa bikin orang lain kerepotan Kalau berambut panjang, usahakan diikat rambutnya. Karena tiupan angin dari jendela angkot bikin rambut panjang berkibar-kibar dan mengganggu penumpang di sampingnya. Siapkan uang receh selalu ya, karena ini baik gak hanya untuk kita tapi juga untuk kebaikan sopir angkot. Begitu turun dari angkot dan bayar ongkos ke pak Sopir, ucapkan terima kasih atau hatur nuhun. Ini baru dua belas loh, ...
+Baca terus ...

Jadwal Kegiatan

<<  September 10  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
    2  3  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Translate This Page

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English Filipino French German Hindi Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Swahili Thai Vietnamese
Facebook Image
- - Contact Us - - About Us - - Jobs - - Help and FAQ - -
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval