PDFPrint

 

Raja-Raja itu Menginap di Sini: Savoy Homann

07-07-2009 | Nurul Wachdiyyah Tahun 1880, sebuah hotel yang berdinding papan (bilik) setengah tembok direnovasi dan diganti dindingnya dengan tembok utuh dan permanen. Arsitektur bangunan semakin cantik dengan sentuhan langgam arsitekur kolonial dan gaya Art-Deco. Hotel pertama yang ada di Bandung ini bernama Savoy Homann, pendiri dan pemilik pertamanya adalah Homann, berasal dari Jerman. Hotel terkemuka di Bandung ini adalah salah satu yang terbaik. Para tuan tanah dan pemilik perkebunan teh di seantero Parahyangan biasa menginap di hotel ini di akhir pekan. Pelenyenggaran konfrensi dari tingkat lokal sampai internasional, resepsi, dan pesta besar (grand-ball) sering berlangsung di hotel Homann. Salah satu pesta besar yang diselenggarakan di Homann adalah tahun 1884 dalam rangka pembukaan jalur kereta api Batavia-Bogor-Cianjur-Bandung. Juga pesta besar menyambut "Kongres Teh Sedunia" tahun 1924. Dari sekian banyak orang-orang besar yang menginap di hotel Homann, berikut adalah salah satu yang fenomenal. Siapa saja? dari buku yang ditulis tahun 1989 oleh kuncen Bandung, Haryoto Kunto, dalam bukunya berjudul "Savoy Homann: Persinggahan Orang-orang Penting", mereka adalah: Dua Raja Siam (Thailand) Mereka adalah Raja Chulalonkorn pada tahun 1901 dan Pangeran Prajathipok Paramintara (yang datang ke kota ini tahun 1909. Kehadiran dua raja Thailand itu tertera dalam prasati batu alam di curug (curug = air terjun, sundanese) Dago yang ditemukan kembali di awal tahun 1989 ini. Pada batu tersebut tertulis inisial nama raja dalam huruf Thai. Lengkap dan angkat tahun dan usia sang raja. Di kota Bandung sendiri Pangeran Paribatra, kerabat Raja Siam, pernah mendirikan villa "Dahapati" di Jl. Cipaganti. Sampai kini, lahan depan Villa sang Pangeran Siam yang ditempati pompa bensin disebut Beunderan Siem. Raja Siam yang datang ke Bandung menginap di hotel Homann. Selama di Bandung, beliau mengunjungi Curug Dago setiap malam untuk bertapa. Menurut salah satu Biksu dari Vihara Menteng Jakarta, pada umumn...
+Baca terus ...

Dago Pakar Ternyata Banyak Ceritanya!

24-11-2008 | Ben Sudarmadji   Hari Minggu 3 Juni 2007, saya sengaja membawa anak dan istri trial run Tour Dago Pakar yang diadakan Opa Felix dan Mahanagari. Sebenarnya saya sejak kecil (awal 80-an) suka main main ke Hutan Dago Pakar (TAHURA Ir. H. Djuanda), namun baru kali ini jalan-jalan ke sana dengan sebuah perspektif baru yang bisa di bawa pulang ke rumah. Karena selain jalan-jalan lihat alam, Opa Felix menyempatkan menceritakan sejarah Dago Pakar yang ternyata sudah hampir setua sejarah perlistrikan di Bandung. Kata Opa, pada awal berdirinya Kota Bandung, kebutuhan penerangan kota Bandung masih mengandalkan lampu gas yang pabriknya gas-nya di Kiara Condong. Seiring dengan kemampuan ekonomi dan teknologi kota Bandung yang makin canggih, kemudian diliriklah wilayah dago pakar yang memiliki potensi tenaga air sungai yang cukup melimpah (untuk ukuran wilayah bandung saat itu) sebagai sumber tenaga alternatif. Singkat cerita, para insinyur belanda, mulai membuat jalur air yang dialirkan dari sungai Cikapundung ke semacam danau/water cachement di Dago Pakar (tempatnya mudah ditemukan, belok kiri sebelum sampai di tempat parkir Tahura). Ada yang bilang Goa Belanda sebenarnya adalah bagian dari rencana awal saluran air tersebut, tapi yang pasti akhirnya dibuat dan digunakan saluran air besar di bawah tanah antara goa belanda sampai ke danau/water cachement Dago tadi. (gak banyak yang tau kan kalo ternyata ada saluran air besar di bawah Tahura?) Ada cerita dari Tour guide lokal di sana bahwa si Goa Belanda yang bentuknya mirip trisula ini, banyak memakan nyawa inlanders dalam pembuatannya. Selain karena tidak diberi jatah makanan cukup, harus tidur di dalam penjara di dalam goa yang dingin dan lembab, juga karena prinsipnya "orang yang mengetahui rahasia strategis Belanda, tidak boleh keluar hidup-hidup!". Tapi kata dia juga, di Goa Belanda mah gak ada jurig (hantu), karena Standard Operating Prochedure tempat wisata itu adalah "dilakukan pembersihan dari segala jurig yang mungkin men...
+Baca terus ...

Fakta Menarik Tentang Bandung (Part One)

06-08-2010 | Nurul Wachdiyyah Sepuluh fakta menarik tentang Bandung ini tidak diniatkan untuk menjelek-jelekan kota sendiri (tapi kalau narsis mah gak apa-apa ya :D). Tulisan ini ingin menceritakan kepada yang ingin tahu (dan yang sudah tahu) tentang "Bandung kayak apa sih". Yang pasti, baik atau jelek, Bandung adalah kota yang menyenangkan. Diantara kemacetan, geng motor, dan jalanan yang berlubang, kalau disiasatin dan tahu caranya gimana, kita bisa kok menikmati Bandung. Oke? Sip! Silakan dibaca. 1. PERSIB Untuk orang Bandung (apalagi Bobotoh - fansnya PERSIB) PERSIB adalah hidup mereka. PERSIB adalah nafas, sebuah perjuangan. Walau wan prestasi tapi kalau buat tim sepakbola kota sendiri tetap didukung selalu. Lazimnya kalau tim kota bertanding ya bangga dong. Nah anehnya, sebagian masyarakat malah 'takut' kalau ada pertandingan PERSIB di dalam kota. Takut rusuh. Eit tunggu dulu, PERSIB juga punya kok Bobotoh soleh dan solehah, anti rusuh loh. Jadi ayo didukung PERSIB-nya! 2. Tahu Entah kenapa orang ramai-ramai belanja tahu di Bandung. Konon katanya tahu Bandung itu segar. Rasanya khas, yang pasti sih luar biasa enak! 3. Banjir Cileuncang Cileuncang (buat orang non-sunda, agak-agak susah ya melafalkan kata ini). Karena sistem drainase yang gak bagus, Bandung kalau diguyur hujan akan mengalami banjir sementara. Nah banjir sementara ini yang dinamakan Cileuncang. 4. Lautan Api Kota-kota di republik ini punya sejarah perjuangan sendiri. Termasuk Bandung. Yang paling momentum adalah perjuangan Bandung Lautan Api. Penduduk Bandung rela mengorbankan harta bendanya (khususnya rumah) untuk ditinggal, malah dibakar (rumah yang dibakar). Bayangin, ngebakar rumah sendiri...ugh kesayat-sayat rasanya. Namun daripada diduduki penjajah, orang Bandung milih merdeka. 5. Kota 1000 Angkot Rasanya hanya di Bandung yang jumlah angkotnya gak hanya banyak, tapi juga berwarna! Aneka warna, aneka tujuan. 6. Macet Bandung adalah kota yang kecil, dengan jalan raya yang kecil-kecil dan berkelok-kelok. Kondis...
+Baca terus ...

Siapa Manusia Tertua Di Bandung?

22-10-2008 | Nurul Wachdiyyah Kalau kamu menganggap diri kamu "Pituin Bandung", karena keluarga kamu sudah tinggal selama 5 generasi di Bandung -kayaknya kamu harus berpikir lagi deh. Jelas kamu kalah senior sama penghuni Bandung yang satu ini : "Manusia Pawon". Gak tanggung-tanggung, Manusia Pawon ini sudah tinggal di Bandung sejak 9500 tahun yang lalu. Mungkin saja dia cantik pada masanya, namun saat ini tubuhnya sudah berbentuk batu -atau yang biasa sehari-hari kita sebut sebagai 'fosil'. Jejak wujud manusia tertua ini adalah perempuan dan anaknya. Ditemukan sedang dalam posisi meringkuk di kedalaman 60 cm dari permukaan tanah. Tanggal 9 dan 17 Desember 2000, sebuah organisasi independen bernama Kelompok Riset Cekungan bandung (KRCB) berhasil menemukan alat-alat batu, gerabah, sisa-sisa tulang, dan sebagainya di Gua Pawon. Gua Pawon terletak di Padalarang, Bandung Barat. Penggalian lanjutan oleh Balai Arkeologi Bandung bahkan berhasil menemukan peralatan batu dari tulang binatang dan serta kerangka lengkap manusia (homo sapiens) dalam posisi meringkuk. Berdasarkan uji karbon disimpulkan bahwa fosil tersebut berumur sekitar 9000 tahun. Hasil ini sejalan dengan studi arkeologi yang mengatakan bahwa penguburan dalam posisi meringkuk biasanya dilakukan sekitar 9000 tahun yang lalu. Fosil yang kini terdapat di situs Gua Pawon merupakan replika. Yang aslinya disimpan dan dirawat oleh Balar Arkeologi Bandung.Manusia pawon diperkirakan hidup dalam kelompok-kelompok kecil, mampu bekerja sama dalam berburu sehingga dapat menangkap hewan-hewan besar seperti monyet, rusa, kerbau dan babi hutan.Dilihat dari jenis batu obsidian yang ditemukan sebagai perkakas kesehariannya, kemungkinan besar mereka bukan berasal dari daerah Padalarang ini. Sumber batu obsidian yang terdekat di tanah priangan ini adalah dari daerah Nagreg - Garut. Maka bisa jadi mereka adalah manusia penjelajah yang pernah menyusuri tepian Danau Purba Bandung dari ujung Timur ke ujung Barat.     Foto Koleksi Mahanagari ...
+Baca terus ...

Sop Buah Nomor Satu di Bandung

26-08-2009 | Susi Dwiyanti Istilah makanan segar ini dimulai dari kota Bandung. Dipopulerkan oleh seorang bapak-bapak yang nongkrong sehari-hari dengan barang dagangannya di Gedung Sate. Sop buah Pak Ewok adalah sop buah racikan pak Ewok. Pak Ewok menjual sop buah  di belakang Gedung Sate. Sekitar akhir tahun 90an beliau sudah menempati kantin bawah tanah Gedung sate. Jika hari mulai sore atau pada hari libur, gerobaknya keluar dari kantin tersebut dan dibawa ke halaman belakang gedung sate yang pada masa itu selalu penuh oleh anak-anak muda yang latihan skateboard dan sepeda BMX. Ketika pembeli tambah banyak, Gubernur yang baru merasa terganggu. Akhirnya mereka pindah ke pinggir jalan Cimandiri di belakang Gedung Sate (dengan tetap berjualan juga tiap hari kerja di kantin Gedung Sate) hingga sekarang. Istilah sop buah dimulai dari sejarah Pak Ewok yang berjualan es campur. Suatu hari dibuatlah satu variasi es campur yang isinya buah melulu. Untuk membedakannya dengan es campur, maka dipakailah istilah sop buah. Kenapa gak pakai istilah es buah? Karena es buah biasanya identik dengan es koktail buah yang isinya pepaya, bengkuang dan nanas (kadang ditambah kolang-kaling). Sop buah ini memang betulan seperti sop, karena isinya memang aneka buah yang berenang di dalam kuah gula dan susu seperti sop. Sebetulnya apa sih istimewanya sop buah pak Ewok ini? Semangkoknya dihargai Rp 8.000 dan terdiri dari lebih dari 10 macam buah. Kejutan aneka rasa buah pada setiap suapannya. Ada durian, nangka, pear, sawo, strawberry, melon, mangga, kelapa, anggur, jambu biji, dan apel. Pas lagi asyik mengunyah, ternyata ada lengkeng juga, masih lengkap dengan bijinya. Di suapan terakhir pun masih ada kejutan: sirsak. Bahkan ada potongan Leci juga. Pokoknya di setiap suap ada kejutan asam manis yang menanti. Hanya sayang, sejak pembelinya membludak, Pak Ewok tidak lagi menjual es campur yang isinya cingcau, biji delima, kelapa muda, kolang kaling dan alpukat. Padahal racikan es campurnya juga enak lhooo. Kete...
+Baca terus ...

Jadwal Kegiatan

<<  September 10  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
    2  3  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Translate This Page

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English Filipino French German Hindi Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Swahili Thai Vietnamese
Facebook Image
- - Contact Us - - About Us - - Jobs - - Help and FAQ - -
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval