khantry design

Bandung Dalam 25,5 Jam

PDFPrintE-mail

Bookmark and Share

From Jakarta to :

* Gedung Sate
* Museum Geologi
* Museum Perangko
* Yoghurt Cisangkuy
* Roemah Nenek Resto
* UNKL347 ('accident' shopping)
* Taman Lalu Lintas
* Museum Asia Afrika
* Jalan Braga
* Toko Coklat
* Warung Lela
* Congo
* Common Room - Tobucil
* Toko You

And back to Jakarta. Semua dikunjungi dalam rentang waktu 05.27- 01.30. Total 25,5 Jam.

Berawal dari kejenuhan yang tiba-tiba melanda. Saat bosan dalam kemacetan di tol dalam kota Jakarta, saya nyaris membelokkan mobil ke arah Bandung, tapi saya tidak senekat itu karena masih teringat dengan pekerjaan. Namun sepanjang hari saya terus kepikiran, ingin sekali rasanya 'kabur' sejenak ke Bandung. Akhirnya saya hubungi si Imam (lightmamz.blogspot.com). "Gue mau ambil cuti mendadak hari jum'at, ke Bandung yuk, but nothing fancy ya, gue ga bawa mobil, kita ngangkot aja, liat-liat museum aja sama wisata kuliner".

Saya menghabiskan beberapa jam sehari untuk browsing dan membedah googlemaps agar wisata spontan ini terencana dengan cukup baik. Sayang sekali beberapa teman yang saya ajak kurang meminati rencana dadakan ini. Mungkin karena kesibukan. Saya sendiri excited sekali, entah kenapa padahal cuma ke Bandung 'doang'. Mungkin karena momennya tepat & experience-nya yang turis banget (seperti naik kereta, mengunjungi museum, "ngangkot", jalan kaki).

Setelah menghitung-hitung, saya mengalokasikan Rp 300ribu saja untuk perjalanan ini (menjadi 2 kali lipat jumlahnya sebagai cadangan (tips ini dari Suze Orman, seorang ahli keuangan, "always prepare double the amount of money u're going to spend on a holiday -its so true).


Transportasi

Tadinya kami berpikir untuk naik travel. Tapi ide untuk naik kereta kayaknya seru banget. So we decided to take the train - Parahyangan, kelas bisnis, biar berasa petualangannya.

Tiketnya beli lewat call centre PT Kereta Api. Gampang kok tinggal telpon & transfer uangnya. Penukaran tiketnya minimal 1 jam sebelum keberangkatan. Berhubung kereta yang kami tumpangi berangkatnya jam 05.27, bukti transfernya harus ditukar dengan tiket 1 hari sebelumnya. Harap diingat, tidak bisa transfer melalui atm BCA. (cuma Mandiri, BII, Lippo, Niaga, Danamon kalo gak salah).

Selama di Bandung kami mengandalkan angkot, serta kaki kami sendiri. Bahkan kaki Imam yang baru saja dioperasi kecil mengayun dengan semangatnya saat dibutuhkan. Untuk naik ke atas bukit Dago pun kami mengandalkan ojek yang memang sangat bisa diandalkan.

Here goes:
05.27
Stasiun Djatinegara

What happened?
Saya nyaris ketinggalan kereta! Berangkat ke stasiun Jatinegara dari rumah di Klender, saya naik metromini yang cuma menghabiskan Rp. 2000. Tapi karena masih
subuh, Metromini ini jalannya siput sekali. Imam sempat menelpon, dia sudah di stasiun. Sampai stasiun jam saya menunjukkan pukul 05.30, jadilah saya berlari-lari menuju peron dan langsung naik ke kereta Parahyangan. 10 detik kemudian kereta pun berjalan. Imam menelpon saya dengan suara panik "dimana lu? keretanya udah jalan". That was sooo close...

Money spent?

67.500 tiket kereta
7.000 taksi Imam dari Pondok Labu
2.000 metromini Treidy
Sebenarnya sama aja sih naik travel juga gak jauh beda, tapi semangatnya kan pengen

 

08.31
Welcome to (Stasiun KA Stasiun Bandung) Bandung people!

What Happened :
Sesampainya di Stasiun kami menyetop angkot Jalan Kebon Kawung. Jurusannya Cisitu - Telaga (angkot warna ungu). Kami turun di perempatan Dago dan nyambung lagi angkot yang ke daerah Dipati  Ukur. Kita niat mencari bubur mang Oyo, tapi ternyata petunjuk dari Googlemaps ngaco, adanya bubur gak jelas gitu. Tenyata dia ada di Jl. Sulanjana. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung ke arah Gasibu, untuk melihat ikonnya Bandung : The Satay Building alias Gedung Sate.

 

08.55
Gasibu Area

What's Here ?
Gedung Sate, Museum Geologi, Museum Prangko, Lapangan Gasibu, Yoghurt Cisangkuy.

What Happened ?
Foto-foto. Selain tidak boleh masuk, Gedung Sate memang bagus untuk difoto dari luar. Sebenarnya kami lapar sekali. Katanya ada bubur yg enak di lapangan gasibu, tapi kami terlalu kesyikan foto-foto :D

How We Get Here?
Dari Kebon Kawung : Angkot jurusan Cisitu - Tegalega
Ganti : Angkot jurusan Dipati Ukur - Panghegar di perempatan Ir. H Juanda (Dago)

Money Spent?
8.000 ongkos angkot dua orang.

 

09.15
Museum Geologi

What's Here?
Museum sejarah geologi, menampilan fosil dari jaman batu, peninggalan manusia purba seperti alat-alat pertukangan, serta model kerangka DINOSAURUS! not exactly as big as we see in the movie Night at the Museum, but it's still so cool!

What Happened?
Kami nyaris gak bisa masuk ke museum ini, karena jum'at mereka tutup. Tapi, dengan pura-pura begonya kami tetap nekat masuk ke dalam. Untungnya ada beberapa orang film crew dari stasiun TV Bandung yang mau shooting. Sepertinya orang-orang di museum mengira kami adalah part of those crews :D yeaay i got to see dinosaur bones!

How We Get Here?
By foot alias jalan kaki

Money Spent?
Zero

Mampir di : Taman Lansia, yang memang banyak lansia yang sedang jogging

 

10.00
Museum Perangko

What's Here?
Terletak disamping gedung sate, museum ini bagian dari gedung kantor pos besar kota Bandung. Gedung dengan arsitektur yang dahsyat ini terlihat terawat, seperti baru di cat ulang. Museum perangkonya sendiri terletak di basement, dan sedikit berdebu. Isinya cukup menarik dengan koleksi perangko langka, dan benda-benda pos vintage yang sangat keren. Ada beberapa patung boneka di beberapa bagian ruangan, semua bernuansa pos!

What Happened?
We had a lot of fun with the statues.

How We Get Here?
By foot alias jalan kaki

Money Spent?
Zero

 

10.45
Yoghurt Cisangkuy

What's Here?
Sebuah rumah dengan arsitektur khas kolonial disulap menjadi toko yoghurt yang kesohor. Kata orang ada yoghurt Odise yang kental dan lebih enak, tapi yoghurt disini tidak pernah mengecewakan, tempatnya nyaman dan homey, banyak pedagang yang menjual jajanan yang enak-enak banget...

What Happened?
Kita pesen Lychee yoghurt, Sari Kelapa yoghurt, Tahu crispy yang amazing, surabi oncom keju, dan rhum ball yang nostalgic.

How We Get Here?
just across the postal office, so we went here by foot alias jalan kaki lageee

Money Spent?
35.000 untuk kesemua menu diatas

 

12.00
Roemah Nenek Resto
Jalan Taman Cibeunying

What's Here?
Resto dengan konsep interior ala 'rumah nenek' yang sangat cozy, dengan sederetan menu yang lengkap dari mulai Italian food, Peranakan Belanda, Steak, sampai nasi tutug. Sebagian besar area-nya open air. Highly recommended!

What Happened?
Perfect lunch, in a nice place. Interior resto ini terlalu indah untuk dilewatkan, jadilah kami berpose di depan kamera dengan background gramaphone, jam antik, buffet tua, dsb.

How We Get Here?
Walking distance kok dari Cisangkuy, luruuus aja trus belok kanan...

Money Spent?
62.500 untuk Kulit Kentang, Nasi Lidah Saus Jamur, Nasi Bakar, Jus Kawista, Mineral water

 

12.55
UNKL347 Distro
Jl Trunojoyo 4 (Dari Riau Junction di jl. Riau masuk dikit)


What's Here?
Jalan ini sekarang ramai dengan deretan distro-distro khas Bandung yang selalu setingkat lebih maju dalam soal taste, design, kualitas bahan, dan brand experience di store mereka. Selalu menyenangkan mampir ke sini!

What Happened?
Okay sebenarnya distro ini ada di Jakarta. Gue udah janji ga bakal boros selama di Bandung, tapi emang sebenarnya gue iseng-iseng punya niat, pengen tau lagi ada sale gak sih di UNKL347 yang dulu namanya 347. Eh ternyata ada barang diskonan! Yang tadinya kami berlagak sok cool, begitu tau ada yang 50ribuan, langsung serbuuu. Belanja juga akhirnya di Bandung :D

How We Get Here?
Naik becak. Saking tukang becanya shock ngeliat badan kami yang gede-gede nan gempal ini, gak mau ditawar loh dia. 15 ribu

Money Spent?
230.000 for 3pieces of t-shirts and 1 high quality sweater even massimo dutti can't trump...
15.000 for becak

 

13.30
Taman Lalu Lintas - Jl Sumatera


What's Here?
Taman yang besar dan rindang (serta old skool...). Unik karena bertema-kan lalu lintas. Selain taman yang besar untuk bermain anak-anak, disini juga tersedia kolam renang, bike ramp, serta kereta api dan mobil keliling.

What Happened?
Kami sangat terkesan dengan tempat yang cukup jarang ditemui di Indonesia. sebenarnya tempat ini sangat baik untuk mengajarkan anak-anak tata cara berlalulintas yang benar sejak dini. Kami lalu mencoba naik kereta api mini dan berfoto-ria. Oh iya, disini kami bertemu dengan penjaga WC yang asik Blackberry-an lhooo.

How We Get Here?
jalan kaki dari UNKL347, ke arah hotel Grand Hyatt (waspadalah, karena cukup gempor)

Money Spent?
4.000/pax for ticket
3.000/pax for train tour

 

14.20
Museum Konferensi Asia Afrika

What's Here?
Bertempat di Gedung Merdeka yang bersejarah karena pernah digunakan untuk Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Museum ini adalah salah satu objek wisata andalah kota Bandung. Berada di daerah kota - tua, kami sangat kagum dengan jalanan batu yang mengitari kompleks gedung ini. Memang macetnya ga pernah habis, tapi daerah ini sangat seksi untuk dijelajahi!

What Happened?
Imam bercengkrama dengan Mohammad Hatta. Treidy mengucap salam kepada Sir John Kotelawala yang namanya dicomot untuk dijadikan judul bluetooth ponselnya
Kami juga memberi hormat pada Bung Karno, berdiri dibawah Burung Garuda, mengibarkan Sang Saka Merah Putih! Kami berjanji akan membangun Indonesia dengan bekerja keras, dan membelanjakan uang kami untuk berwisata domestik dan membeli produk-produk dalam negeri.

How We Get Here?
Dari Taman Lalin di Jl Sumatera, naik angkot Jurusan Dago - Abdul Muis
berhenti di perempatan Jl Asia Afrika menuju Jl Lengkong. Jalan beberapa ratus meter
melewati hotel Preanger dan Savoy Homann

Money Spent?
5.000 for angkot
5.000 for mineral water

15.10
Jalan Braga

What's Here?
Its one of those streets you see in Paris! (ya dikitlah miripnya sekarang sih). Disinilah letak Braga City Walk yang sepertinya sengaja dibuat untuk orang-orang seperti kami yang butuh tempat duduk untuk mengistirahatkan kaki dan menghisap rokok, tanpa ditawari mau makan/minum apa :-)

What Happened?
Sightseeing! Imam difoto lagi mau nyebrang diantara gedung tua. Lalu ada mobil peugeot yang lewat, kok suddenly we are in Paris ya???!! hahaha. Sempat hujan gerimis juga yang justru membuat suasananya menjadi lebih Paris. Disini seorang abang becak berusaha menipu kami. Waktu kami tanya ke Jalan Progo naik angkot yang mana, dia bilang gak ada. Kalau mau naik taksi aja kalau gak ya becak. Akhirnya karena kami punya rasa curiga yang sangat besar, kita tanya sama supir angkot yang lagi nge-tem. Eh taunya angkotnya ke arah sana.

How We Get Here?
We walked along the street and felt very sexy. Street painters, old shops, bakery with its aromatic freshly baked bread. Indeed, it's the Paris of Java.

Money Spent?
Zero

 

16.00
Toko Coklat - Jl Cimanuk

What's Here?
Sesuai namanya, tempat ini menjual praline-praline lezat dengan bahan-bahan berkualitas tinggi, dilengkapi area outdoor yang menjadi favorite IT Team. Desain bangunan yang tak terlalu besar ini sangat unik dan stand out dari area disekitarnya. A must-visit place when you're in Bandung.

What Happened?
Tadinya kita pikir, well they sell chocolate, so what?. Kita order 4 buah praline berbeda rasa yang di recommend sama mbaknya dan tentunya hot chocolate!. Karena favorite gue dark chocolate, gue pesan Ganashe Rhum and I loooove it. Coklatnya creamy cenderung setengah cair. Sepertinya bila dimasukkan ke microwave selama 30 detik, coklat ini bisa langsung lumer! Shock dengan sensasi Ganashe Rhum, IT team makin terlena dengan variant coklat lainnya, yaitu Ganashe Mint dan yang liquor-filled, Kirsch & Cointreau! Oooohhh... Abis itu kita foto2 lagi deh, berhubung bangunan bergaya kontemporer-modern-nya sangatlah unik.

How We Get Here?
Dari Braga, kita menyetop angkot, turun di mesjid Istiqomah, jalan sedikit kira-kira 100 meter.

Money Spent?
5.000 for angkot
51.000 for pralines & hot chocholate

 

17.25
Warung Bakso Lela - Jl Rancakendal 6


What's Here?
Sebuah 'warung bakmi' diatas bukit. Masuk kesini kami disambut dengan pendopo utama, jalan sedikit ada taman yang memisahkan dengan bangunan kedua, berupa pendopo juga yang terdiri dari 2 lantai. Rasanya seperti masuk ke Spice Garden dengan bonus tanaman-tanaman hidup, dan pemandangan dari atas bukit.

What Happened?
Entah kenapa tiba-tiba kami lapar, terngiang-ngiang bakmi dan sop buntut yang sudah terkenal kemana-mana. Tentu saja tak lupa foto-foto! Kami memang memfavorite-kan tempat-tempat yang menawarkan nuansa etnik khas Indonesia. Rasanya tak pernah bosan melihat kursi kayu rotan, pendopo, gentong-gentong, patung wayang golek, dan tetumbuhan tropis yang menghiasinya.

How We Get Here?
Ini dia yang seru, dari depan mesjid Istiqomah, kami menyetop angkot ke arah Dago. Sampe mentok pokoknya, sampai angkot itu tidak sanggup lagi menanjak, kemudian kami berganti Ojek! yup ojek termurah yang pernah kami naiki karena untuk jarak sekitar 4 km, kami hanya membayar lima ribu rupiah saja! Lalu kami bertukar nomor telepon dengan Mang Boim agar nanti menjemput kami lagi.

Money Spent?
5.000 for angkot
5.000/pax for ojek Mang Boim
43.000 for Sop Buntut, Bakmi Ayam Jamur Bakso, Jeruk Nipis Hangat, Teh Manis.

18.20
Cafe Congo (near WaLe)

What's Here?
Resto, conference room, pool table, bar with extraordinary spot to enjoy Bandung view at night! The place is huge! Ada 2 bangunan, 3 lantai yang terdiri dari dining area dan conference room dan satu lagi yang lebih casual dengan pool table & bar.
Perfect spot to capture Bandung breath-taking scenery at night.

What Happened?
Kami sempat terdiam beberapa menit, lalu meraih ipod kami masing-masing memasang lagu-lagu mellow favorite kami masing2...tenaaang...hening...perfect!

How We Get Here?
Jalan Kaki dari Wale yang cukup menguras tenaga karena jalanannya naik turun kata saya "Inilah hidup, kadang naik kadang turun, pada saat menanjak, kita ngos-ngos-an, tapi gak selamanya hidup itu ngos-ngosan ada saatnya jalanannya menurun, dan kami bisa berjalan dengan santai. Jadi saat kami lagi dapat cobaan kita 'gak perlu takut, pasti ada ujung yang manis...". Tsaaahhh :D

Money Spent?
36.000 for Cream Soup, Hazelnut Coffee, and Hot Tea.

 

19.50
Toko You & Common Room
What's Here?
Bertempat di sekitar area R.S. St.Boromeus di Dago, deket kampus ITB. Ada restoran terkenal yang menjual chinese food & home made cakes. Toko You bahkan pernah disebut-sebut dalam novel Cintapuccino. Sementara Commonroom adalah wadah bagi seniman muda Bandung sebagai tempat showcase ataupun menjadi venue acara-acara diskusi atau meeting acara-acara seni. Disini juga terdapat Tobucil yang bisa menjadi pilihan toko buku unik dengan koleksi yang cukup beragam.

What Happened?
Kami kelelahan. Disini kami hanya mampir sebentar untuk bersiap-siap pulang. Pastinya Toko You akan kami kunjungi lagi, karena kami belum sempat mencicipi makanannya. Hehehe agak maksa nih kesini, karena perut udah kekenyangan banjettt...

How We Get Here?
Turun dari Congo dengan ojek Mang Boim, tinggal telpon dan dia akan datang.ongkosnya agak dilebihin ya. Terus nyambung angkot Dago, turun di Boromeus.

Money Spent?
16.000 for ojek
5.000 for angkot
27.000 for strawberry smoothies, aqua & coca cola

01.00
Terminal Kampung Rambutan - Jakarta

What Happened ?
Berhubung sudah lewat dari jam 9, dan kami tidak tahu lagi harus menghubungi travel agent yang mana (Cipaganti hanya melayani hingga jam 20.15), dan adrenalin kami mengatakan harus naik bus biasa yang gak pakai AC, akhirnya kami menumpang bus dari terminal Leuwipanjang. Sayangnya gak ada bis yang non AC, damn! Kami merasa terlalu manja. Tapi mau gimana lagi, yang ada hanya bus ini yang hanya sampai terminal Kampung Rambutan. Setelah hampir 45 menit ngetem akhirnya bus berangkat ke Jakarta via Cipularang, setelah itu kami tertidur selama hampir 2 jam.

Money Spent?
5.000 angkot to Tegalega
5.000 angkot to Leuwipanjang
35.000/pax Bus fare
60.000 taksi ke Klender
35.000 taksi ke Pondok Labu



Sekian.
Coba ditotal berapa rupiah yang kami habiskan di Bandung (termasuk dari Jakarta ke Bandung, dan sebaliknya).
The journey is the whole process itself
It's not about where you've been to, but HOW you get there...

 

Tulisan ini dimuat di blog penulisnya : www.treydays.blogspot.com

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English Filipino French German Hindi Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Swahili Thai Vietnamese
- - Contact Us - - About Us - - Jobs - - Help and FAQ - -
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval