khantry design

Selamat Datang di Website Mahanagari

PDFPrint

Halo! Selamat datang bin wilujeng sumping,

Selamat datang di Website resmi Mahanagari, sekaligus toko kedua kami setelah Mahanagari di CiWalk (Cihampelas Walk). Mahanagari mendesain kaos-kaos bertema Bandung. Kami mengangkat tema sejarah, budaya, hingga kehidupan sosial Bandung ke dalam media kaos. Beli kaos Mahanagari dapat dilakukan via online. Masuki Shop Online, yang terdapat di panel atas dan kiri, pilih link untuk tshirt laki-laki dan tshirt perempuan, lalu pilih kaos yang Anda sukai. Ikuti prosedur pembeliannya dan jangan lupa: daftar dahulu sebagai member website ini ya!

Karena website ini juga bertujuan untuk kampanye pengetahuan mengenai Budaya Bandung, maka Mahanagari akan terus meng-update informasi mengenai Kota Bandung tercinta - mulai dari tempat-tempat yang seru untuk dijelajahi, makanan yang harus dicoba, sejarah yang harus diketahui, dan cerita-cerita menarik lain. Termasuk beberapa komunitas di Bandung yang aktif berkegiatan. Masuki Catatan Perjalanan, Cerita Bandung, Travel Guide, dan Komunitas-komunitas di Bandung di All About Bandung. Panel ini ada disebelah kiri Anda. Mahanagari dan kegiatan Jalan-jalan Budaya dapat dilihat di Bandung City Tour, klik di bagian atas ujung kanan web ini.

Album Foto Mahanagari yang berisi Local Genius Mahanagari, Weega Mahanagari, Contributing Designer dan Contributing Writer dapat diakses melalui tombol di panel kiri.  Album Bandung Tempo Dulu pun dapat anda nikmati jika anda register terlebih dahulu di mahanagari.com.

Untuk teman-teman yang tertarik untuk memesan kaos khusus atau ingin desain merchandise perusahaan atau komunitasnya di-upgrade agar se-keren desain-desain Mahanagari, silahkan klik tombol Special Order di bagian atas website ini.

Dan jangan lupa berikan komentar Anda di web ini ;)

Hatur nuhun & enjoy the site!

-www.mahanagari.com-

 

Asal Usul Jalan Buah Batu Bandung

06-08-2010 | Nurul Wachdiyyah Untuk yang belum tahu, Bandung itu dahulunya adalah sebuah danau yang super luas. Seiring berjalannya waktu, air danau ini menyusut dan bermunculanlah sembulan-sembulan daratan yang diselingi beberapa cekungan yang masih tergenang air. Diantara sekian jumlah cekungan air, terdapat sebuah telaga yang banyak mengandung bebatuan.    Di tepi telaga tersebut banyak terdapat pohon mangga (Sunda : buah). Melihat keadaan seperti itu, masyarakat yang tinggal disekitarnya secara spontan menyebut daerahnya menjadi Buah Batu. Sekarang daerah ini jadi kawasan yang ramai. Masyarakat Bandung menyebut Buah Batu jadi Bubat. Sumber : Buku TOPONIMI Kota Bandung, Oleh T. Bachtiar dkk. ...
+Baca terus ...

PLTA Lamajan di Pangalengan

22-10-2008 | Nurul Wachdiyyah Pangalengan masih banyak menyimpan sisi lain yang tidak kalah bagusnyaT. Salah satunya adalah menjejaki jajaran pembangkit tenaga listrik yang ada di sana, seperti PLTA Lamajan dan PLTA Plengan. Keduanya merupakan peninggalan Belanda yang sampai kini masih beroperasi. Jejak-jejak yang mengundang imajinasi masa lampau. Dan di PLTA tersebut kita bisa menikmati udara segar Pangalengan dan pemandangan dengan naik Lori! Tahun 1920, untuk pertama kalinya jawatan listrik Hindia Belanda terbentuk di Bandung. Awalnya, PLTA ini hanya menyediakan aliran listrik untuk gedung-gedung pemerintahan Belanda, tempat pertemuan sosial yang sekarang menjadi Gedung Merdeka, dan kawasan pertokoan di Jalan Braga. Sebagian dari gedung-gedung bersejarah tersebut, hingga kini masih berdiri kokoh. Semuanya orang Belanda. Kebiasaan orang Belanda beristirahat sambil minum teh di sore hari, juga mendorong penguasa Belanda pada waktu itu, memberikan akses penerangan listrik di tempat favorit mereka, Dago Tea House. Akan tetapi sebelum penerangan di Bandungnya sendiri, wilayah dataran yang lebih tinggi seperti Pangalengan dan Ciwidey lebih dulu dialiri listrik. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan stasiun radio Malabar. Dari momen inilah berikutnya dibangun beberapa PLTA untuk mengakomodir kebutuhan listrik di perkebunan teh. Preangerplaanters, atau para pemilik perkebunan teh di Pangalengan, Lembang dan Ciwidey turut memanfaatkannya. Salah satu PLTA di daerah selatan Bandung adalah PLTA Plengan. Terletak sekitar 5 km dari kota kecamatan Pangalengan, dikelilingi tebing-tebing bukit di sekitarnya, cukup adem dan memanjakan pandang. Dari sinilah tenaga listrik sekira 6,75 MW dihasilkan. Sebuah bangunan tua menaungi lima mesin turbin yang mengolah tenaga air menjadi listrik. Tak jauh dari bangunan itu, dua pipa berdampingan menjulur dari ketinggian dengan bertopang pada kemiringan lereng. Dari pipa-pipa yang dicat hijau itu, meluncur air dengan derasnya. Di ujung bawah, aliran itu dipecah ke ...
+Baca terus ...

Komunitas Kuliner Bandung

29-09-2010 | Nurul Wachdiyyah Kuliner Bandung. Hmmm... setuju gak kalau makanan di Bandung kami bilang enak-enak? Setuju ya! Ada banyak sekali gerakan, rombongan, dan geng makan-makan di Bandung. Namanya juga macam-macam. Nah salah satu yang kami kenal adalah Komunitas Kuliner Bandung (KKB). Komunitas Kuliner Bandung adalah wadah untuk orang-orang yang tertarik dengan dunia kuliner. "Makan? Belajar masak? Hayu lah pokona mah!". Gitu tagline komunitasnya. Komunitas yang ada sejak setahun ini kadang-kadang bikin acara. Acara terakhir yang mereka buat adalah Heritage Cullinary. Jalan-jalan menyusuri makanan jadul di Bandung. Beberapa bulan sekali juga teman-teman dari KKB ini membuat kelas bikin Pizza! hihihi. Ikuti KKB di Facebooknya dan dapatkan status-status tentang kuliner di Bandung. Siapa tahu juga kalau mereka bikin acara kuliner, kita bisa ikutan! Lihat KKB di facebooknya dengan klik disini ...
+Baca terus ...

Bandung Dalam Syair Lagu

28-09-2010 | Ujanx Lukman Halo-halo Bandung, Ibu Kota Periangan Halo-halo Bandung, kota kenang-kenangan Sudah lama beta, tidak berjumpa dengan kau Sekarang telah menjadi Lautan Api Mari bung rebut kembali Siapa orang Bandung yang tidak kenal dengan lirik lagu diatas (kacida teuing lamun teu apal mah) lagu yang konon diciptakan oleh almarhum Ismail Marzuki menjadi lagu yang sangat populer dan menjadi mars Kota Bandung. Lalu seperti apa lagu Hallo hallo Bandung yang pertama kali muncul dan dinyanyian oleh seorang artis terkenal pada jamannya? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut baiknya anda melihat video dimana lagu tersebut dinyanyikan dengan gaya yang unik, Singing Flash Mob mereka menyebutnya, dinyanyikan oleh 50 - 100 orang (dari mana-mana, komunitas, karyawan, mahasiswa, ibu-ibu, sampai anak-anak) inilah aksi mereka  http://www.youtube.com/watch?v=Kne3DdtT7ps silahkan dinikmati. Lagu pertama 'Hallo - Hallo Bandoeng' pertama kali dinyanyikan oleh Willy Derby (1886-1944), seorang idola remaja pada jamannya (mungkin sekarang seperti Justin bibir atau Afgan kalau di Indonesia). Lagu tersebut mengisahkan hubungan telepon radio antara Hindia Belanda, khususnya pulau Jawa, dengan Netherland pada Januari 1929. Kata-kata 'Hallo Bandoeng' begitu populer setelah diucapkan pertama kali oleh Ibu Suri Ratu Emma ibunda Ratu Wilhelmina (1880 – 1962) pada 7 Januari 1929 yang menyapa "anak-anaknya" di Hindia Belanda, berkat bantuan stasiun pemancar radio di Gunung Malabar Bandung yang dibangun sejak 1917 dan stasiun serupa di Kootwijk - Netherland. Penasaran seperti apa lirik lagunya..silakan disimak. "HALLO HALLO BANDOENG" Klein moedertje stond te beven Op het telegraaf kantoor Vriendelijk vraagt de telefonn juffrouw Dadelijk krijgt U wel gehoor Trillend op haar oude benen Greep zij de mikrofoon En toen hoorde zij verwonderd naar de stem van hare zoon HALLO - HALLO - BANDOENG ? Ja moeder hier ben ik Dag lieve jongen zegt zij met een snikHallo - Hallo Hoe gaat het oude vrouw Jongen lief, ik ...
+Baca terus ...

Kopi Purnama Yang Super Mantap

26-11-2008 | Nurul Wachdiyyah Sore yang cerah & adem bersama teh Uci, tukang kue sekaligus blogger aktif yang ngetop di dunia perkulineran Bandung, mencicipi makanan & kopi khas Warkop Purnama. Sebelumnya udah sering denger & numpang lewat tempat ini aja, nah sekarang..disempetin mampir deh. Temen-temen dari komunitas jalan-jalan Aleut! pernah bilang kalau kopi ala Warkop ini enak SEKALI & harganya lumayan 'nendang' untuk ukuran mahasiswa. Percangkir Rp 7000 aja. Untungnya, rasa kopinya bikin harga layak. Pahitnya gak bikin kesel. Apalagi kalau minumnya sambil ditemani roti ala warkop Purnama. Sore itu roti bakar yang beruntung saya pilih adalah roti bakar srikaya mentega. Wiw...cantiklah. Yang cantik-cantik emang harus dimakan, sama yang cantik pula :D Untuk setangkup roti itu saya keluarin uang Rp 9000. Tersedia banyak pilihan menu. Saya belum sempet nyobain semuanya. Hati-hati juga buat yang muslim, beberapa menunya ada yang non-halal. Jadi saya juga hanya nyobain roti-roti berselai standar. Hari itu agak disayangkan juga euy gak ketemu sama ownernya, pa Hendi, padahal pengen kenalan & ngobrol-ngobrol. Pengen tahu kenapa tempat makannya dinamai Purnama. Warkop yang sudah ngetop sejak 1932 ini bukanya jam 7 pagi & tutup jam 5 sore. Buka tiap hari sedangkan khusus untuk hari minggu buka sampai jam 2 siang aja. Datanglah di pagi hari karena suasananya bakal lebih dramatis. Banyak opa-opa tempo dulu yang hang out di Purnama. Nampak udah kayak basecamp buat mereka. Ajak ngobrol aja sekalian opa-opa itu. Siapa tahu dapet cerita Bandung di masa lalu ;) plus kalo pagi suka ada jajanan lain yang khas karena cuma dijual pagi aja. Misalnya putu pisang, lupis, lepet sambel oncom, kue pisang, dan kembang tahu. Ibarat kerbau dengan burung jalak, Purnama juga 'ditunggangi' gerobak yang jualan Mie Kocok. Mie kocok laris manis ini disukai banyak orang karena rasanya yang jempolan. Gerobak ini pas ada didepan warkop Purnama. Ntar dimakannya di warkop Purnama, bayarnya juga di tempat yang sama. Kompaklah. B...
+Baca terus ...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English Filipino French German Hindi Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Swahili Thai Vietnamese
- - Contact Us - - About Us - - Jobs - - Help and FAQ - -
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval