Home
Last Updated on Monday, 26 April 2010 16:30 Written by Nurul Wachdiyyah Monday, 11 January 2010 20:51
Soekarno dan Bandung adalah sejarah, saling terhubung satu sama lain. Soekarno tercatat sebagai mahsiswa angkatan pertama yang bersekolah di ITB (dahulu bernama Technische Hooge School). Soekarno juga menikah dengan Inggit Garnasih, wanita asal Bandung yang tinggal di jalan Ciateul. Soekarno dituntut karena gerakan nasionalismenya, diadili di gedung Landraad Bandung dan jadi narapidana di penjara Banceuy & penjara Sukamiskin Bandung. Terakhir, Soekarno berinisiatif mengajak pemimpin negara-negara Asia dan Afrika dan berkonferensi di Bandung. Lebih daripada itu semua, Soekarno juga ternyata pernah merancang beberapa bangunan di Bandung.
Ini dia satu-satunya presiden di Indonesia yang pernah merancang bangunan tempat tinggal. Soekarno, presiden pertama Indonesia adalah insinyur lulusan Sekolah Teknik di Bandung, (sekarang ITB). Tidak seperti kebanyakan arsitek Belanda yang merancang gedung-gedung besar di Bandung bagian utara, hampir sebagian besar bangunan rancangan Soekarno adalah tempat tinggal di yang terletak di Bandung selatan.
Soekarno merupakan murid dari seorang arsitek belanda sekaligus guru besar Sekolah Teknik, Wolff Schoemaker. Schoemaker adalah orang yang merancang rumah belakang Pendopo (sekarang rumah dinas Walikota Bandung), gedung AACC, Gereja Bethel dan Katedral, Landmark, gedung PLN, masjid Cipaganti, hingga Gedung Isola dan bangunan Societeit Concordia (Museum Asia Afrika). Sama halnya dengan sang Guru yang memiliki ciri khas di setiap bangunan yang dirancangnya (yaitu Kala), Soekarno juga mempunyai ciri khas sendiri. Selain atap yang bersusun dua, di puncak atap bangunan rancangan Soekarno selalu terdapat ornamen yang bentuknya menyerupai Gada. (gambar isamping adalah rumah dinas walikota rancangan Soekarno) Soekarno adalah pengagum wayang dan salah satu tokoh favoritnya adalah Bima. Dalam legendanya, senjata yang selalu digunakan Bima adalah Gada. Begitulah salah satu versi yang mengatakan mengapa Soekarno selalu menempatkan Gada di setiap bangunannya. Beberapa versi juga menyebutkan bahwa Gada adalah lambang keperkasaan dan kejantanan.
Soekarno merancang bangunan sampai akhir tahun 1930-an. Berikut adalah daftar beberapa bangunan yang dirancang oleh Soekarno :
Ini dia satu-satunya presiden di Indonesia yang pernah merancang bangunan tempat tinggal. Soekarno, presiden pertama Indonesia adalah insinyur lulusan Sekolah Teknik di Bandung, (sekarang ITB). Tidak seperti kebanyakan arsitek Belanda yang merancang gedung-gedung besar di Bandung bagian utara, hampir sebagian besar bangunan rancangan Soekarno adalah tempat tinggal di yang terletak di Bandung selatan.
Soekarno merupakan murid dari seorang arsitek belanda sekaligus guru besar Sekolah Teknik, Wolff Schoemaker. Schoemaker adalah orang yang merancang rumah belakang Pendopo (sekarang rumah dinas Walikota Bandung), gedung AACC, Gereja Bethel dan Katedral, Landmark, gedung PLN, masjid Cipaganti, hingga Gedung Isola dan bangunan Societeit Concordia (Museum Asia Afrika). Sama halnya dengan sang Guru yang memiliki ciri khas di setiap bangunan yang dirancangnya (yaitu Kala), Soekarno juga mempunyai ciri khas sendiri. Selain atap yang bersusun dua, di puncak atap bangunan rancangan Soekarno selalu terdapat ornamen yang bentuknya menyerupai Gada. (gambar isamping adalah rumah dinas walikota rancangan Soekarno) Soekarno adalah pengagum wayang dan salah satu tokoh favoritnya adalah Bima. Dalam legendanya, senjata yang selalu digunakan Bima adalah Gada. Begitulah salah satu versi yang mengatakan mengapa Soekarno selalu menempatkan Gada di setiap bangunannya. Beberapa versi juga menyebutkan bahwa Gada adalah lambang keperkasaan dan kejantanan.
- Gedung paviliun utara Hotel Preanger Aerowisata di Jl. Asia Afrika, dibangun tahun 1929
- Sepasang bangunan di Jl. Gatot Subroto. 54 & 56 yang jadi 'gerbang' masuk ke Malabar, dibangun tahun 1935
- Rumah di belakang Pendopo yang sekarang jadi rumah dinas walikota Bandung, dibangun tahun 1935
- Bangunan rumah tinggal di jl. Kaca-kaca Wetan no. 8, dibangun sebelum tahun 1930
- Bangunan rumah tinggal di Jl. Pasir Koja no 25
- Bangunan rumah tinggal di Jl. Pungkur no. 169
sumber tulisan diatas: Buku JENDELA BANDUNG, Pengalaman Bersama Kompas, oleh Her Suganda.
| < Prev | Next > |
|---|



